BOGORYayasan Doa Yatim (YDY) kembali menggelar agenda tahunan Amaliyah Ramadhan ke-23 di Gedung Graha Widya Wisuda (GWW) IPB, Bogor, Minggu (15/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai kepedulian sosial melalui penyaluran 1.000 paket santunan bagi anak yatim dan 650 paket untuk kaum dhuafa.

Anggota DPRD Jawa Barat, H. Ricky Kurniawan, Lc., yang hadir dalam acara tersebut, menekankan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi pendidikan karakter yang luas. Ia menilai aksi berbagi merupakan investasi moral yang sangat penting bagi generasi muda.

"Nilai kepedulian sosial yang ditanamkan melalui kegiatan seperti ini akan membentuk generasi yang peka terhadap lingkungan dan sesama. Hal ini harus dicontoh oleh generasi muda kita," ujar Ricky dalam keterangannya.

Ketua YDY, Aditya Anggara, menjelaskan bahwa gerakan Amaliyah Ramadhan telah konsisten berjalan sejak tahun 2003. Selain santunan di bulan suci, YDY juga menjalankan berbagai program berkelanjutan, mulai dari wisata bersama anak yatim hingga program sedekah pangan bulanan.

"Konsistensi ini menjadi bukti bahwa kepedulian tidak boleh berhenti pada momentum Ramadan semata, melainkan harus menjadi budaya sosial yang terus hidup di tengah masyarakat," kata Aditya.

Senada dengan hal tersebut, Camat Dramaga, Atep S. Sumaryo, mengapresiasi keberlangsungan acara ini sebagai wujud nyata kolaborasi masyarakat. Menurutnya, pelaksanaan acara di sepuluh hari terakhir Ramadan membawa keberkahan sekaligus memperkuat ikatan sosial antarwarga.

Acara ini juga diisi dengan tausiah oleh Umi Pipik yang mengingatkan pentingnya aspek spiritual dalam berbagi. Ia menyampaikan bahwa amalan yang paling dicintai Allah SWT adalah menghadirkan kebahagiaan di hati orang lain, sehingga berbagi bukan sekadar memberi materi, tetapi juga memberikan harapan.

Amaliyah Ramadhan ke-23 ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran sosial yang mampu melahirkan sinergi lintas generasi. Dengan keterlibatan tokoh agama, pejabat daerah, dan masyarakat luas, kegiatan ini menjadi teladan bahwa kepedulian kolektif adalah kunci pembangunan karakter bangsa di masa depan.