JAKARTA - Di tengah keragaman budaya dan agama, Sekolah Rakyat hadir sebagai oase pendidikan yang tidak hanya memberikan akses belajar gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menjadi tempat yang subur bagi nilai-nilai toleransi. Program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini menciptakan lingkungan di mana siswa dapat belajar hidup berdampingan dalam perbedaan.
Dengan sistem pendidikan berasrama, anak-anak dari berbagai latar belakang suku, bahasa, dan keyakinan tinggal bersama, saling mengenal, dan saling menghargai. Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga arena untuk menanamkan rasa kebangsaan yang kuat melalui interaksi sehari-hari.
Di Sekolah Rakyat, setiap siswa diperlakukan setara tanpa memandang latar belakang sosial atau agama. Fasilitas ibadah yang disediakan untuk setiap agama menjadi simbol nyata bahwa keberagaman adalah bagian integral dari identitas bangsa. Kepala Sekolah SRMA 17 Surakarta, Septhina Shinta Sari, menekankan pentingnya penghargaan terhadap perbedaan.
"Kami memastikan semua siswa merasa nyaman dan dihargai dalam menjalankan ibadahnya. Nilai-nilai ini memperkuat semangat kebangsaan dan membentuk karakter bangsa Indonesia yang sesungguhnya," kata Septhina, Senin (23 Oktober 2023).
Di Sekolah Rakyat Banyuwangi, kisah Enik, seorang siswi beragama Hindu, menjadi contoh inspiratif tentang semangat toleransi. Enik menjalankan ibadahnya dengan tenang, didukung oleh teman-teman dan guru-gurunya.
"Keberagaman adalah kekayaan bangsa. Menghormati sesama adalah kunci utama membangun bangsa yang harmonis," ungkap Enik, Selasa (24 Oktober 2023).
Para pendidik di Sekolah Rakyat menegaskan bahwa setiap siswa berhak merasa aman dan diterima. Ini adalah nilai dasar yang terus ditanamkan dalam proses belajar-mengajar.
Asrama menjadi tempat latihan kehidupan sosial yang sesungguhnya. Di sini, siswa belajar untuk menghargai perbedaan, bekerja sama, dan saling membantu. Mereka tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter yang peduli dan berempati.
Program Sekolah Rakyat membuktikan bahwa pendidikan yang baik harus mampu membentuk manusia Indonesia yang berkarakter, bukan hanya pintar secara akademik. Nilai toleransi yang ditanamkan sejak dini menjadi bekal utama untuk menghadapi masa depan yang semakin beragam dan kompleks.