JAKARTA - Indonesia Eco Jamboree 2026 resmi dibuka di Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas), Jakarta, pada Rabu (4/2/2026). Mengusung tema "Zero Waste Lifestyle: Langkah Kecil untuk Perubahan Besar," kegiatan yang berlangsung hingga 6 Februari ini mendapat sorotan positif, terutama dari Anggota DPRD Jawa Barat, H. Ricky Kurniawan, Lc, yang menekankan pentingnya adopsi gaya hidup minim sampah.
Dalam sambutannya, Ricky Kurniawan menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Indonesia Eco Jamboree 2026. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi lingkungan dapat dikemas secara kreatif dan inspiratif, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat.
"Saya sangat mengapresiasi langkah para penyelenggara yang menghadirkan kegiatan ini. Zero Waste bukan hanya slogan, tetapi gaya hidup yang harus kita biasakan sejak sekarang. Acara ini memberi ruang bagi masyarakat untuk belajar sekaligus berkontribusi dalam menjaga bumi," ujar Ricky di lokasi acara.
Ia menambahkan bahwa momentum ini penting untuk memperkuat kesadaran publik, terutama generasi muda, agar lebih peduli terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.
"Kita perlu menanamkan nilai keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan langkah kecil seperti mengurangi sampah plastik, mendaur ulang, dan memanfaatkan kembali barang bekas, kita bisa menciptakan perubahan besar," tegasnya.
Rangkaian Indonesia Eco Jamboree 2026 mencakup Eco Craft Display yang digelar sejak 4 hingga 6 Februari 2026 di Lobby Perpusnas RI, serta Eco Seminar yang akan dilaksanakan pada 6 Februari 2026 di Auditorium Perpusnas RI.
Sejumlah tokoh dan narasumber turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Dra. Halida Nuriah Hatta sebagai pembuka acara, Dr. Sri Wardoyo dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Ibar Furqonul Akbar dari Greenpeace Indonesia. Seminar dipandu oleh moderator Swary Utami Dewi.
Selain pameran dan seminar, masyarakat juga dapat mengikuti Eco Craft Workshop yang diselenggarakan oleh ARTCADEMY, Komunitas Sambal, dan Ecolen. Indonesia Eco Jamboree 2026 diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, aktivis, komunitas kreatif, dan masyarakat umum, memperkuat dukungan lintas sektor dalam mewujudkan gaya hidup ramah lingkungan.*