Mahasiswa KKN-T IPB Beraksi: Program SIASAT (Sinarsari Sehat) Sebagai Penanganan Masalah Stunting di Desa Sinarsari

Mahasiswa KKN-T IPB Beraksi: Program SIASAT (Sinarsari Sehat) Sebagai Penanganan Masalah Stunting di Desa Sinarsari

Smallest Font
Largest Font

DRAMAGA – Dalam sebuah upaya nyata untuk mengatasi penanganan masalah stunting, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) dari Institut Pertanian Bogor (IPB) turun ke lapangan dengan mengadakan kegiatan inovatif yang mereka sebut sebagai “SIASAT” (Sinarsari Sehat). Desa Sinarsari, yang terletak di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, menjadi panggung utama untuk menjalankan program penanganan masalah stunting ini.

Desa Sinarsari menjadi perhatian khusus, karena memiliki 30 kasus anak yang terkena stunting. Mahasiswa KKN-T IPB memulai langkah mereka dengan melakukan pendataan kasus stunting melalui survei langsung di setiap posyandu desa dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan posyandu. Puncak kegiatan SIASAT ‘‘Penanganan Masalah Stunting’’ digelar pada Sabtu, 20 Januari 2024, dengan dihadiri oleh kepala desa, dan kader posyandu, dan ibu-ibu yang memiliki anak terindikasi stunting.

Salah satu langkah nyata yang diambil oleh mahasiswa adalah pembuatan buku resep. Buku tersebut berisi 18 menu masakan bervariasi dengan bahan yang ekonomis dan mudah didapatkan di pasaran. Dengan cetakan sebanyak 30 buah, buku resep ini dibagikan kepada ibu-ibu yang memiliki anak terindikasi stunting, membuka pintu kreativitas dalam penyajian makanan bergizi.

Sosialisasi materi mengenai penjelasan stunting, penyebab, dan dampak stunting juga menjadi salah satu inti dari kegiatan ini. Peserta kegiatan diberikan pemahaman bahwa stunting bukan hal yang sama dengan gizi buruk. Informasi ini menjadi kunci untuk mengubah pola pikir dan tindakan dalam penanganan kasus stunting.

Puncak kegiatan diramaikan demonstrasi masak dengan menu “Nuget Tahu”. Ibu kader posyandu dan ibu-ibu yang memiliki anak terindikasi stunting berpartisipasi dengan antusias, menciptakan momen yang penuh semangat. Demonstrasi ini bukan hanya sekadar memasak, tetapi juga penjelasan bahwa menu ekonomis dan mudah didapatkan dapat memenuhi kebutuhan gizi anak, termasuk protein, serat, dan karbohidrat.

Tidak berhenti di situ, mahasiswa KKN-T IPB membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebanyak 30 paket yang berisi bahan-bahan untuk membuat Nuget Tahu. Tujuannya sederhana, agar ibu-ibu dapat mencoba membuat hidangan bergizi di rumah masing-masing.

Kesan dari ibu Novi dari posyandu Yudistira, mencerminkan keberhasilan program ini, “Kegiatan dan informasi yang bermanfaat, selama ini ibu-ibu hanya mengetahui bahwa makanan bergizi itu harus mahal seperti salmon. Tetapi melalui kegiatan pemberdayaan stunting tadi, jadi mengetahui kebutuhan protein cukup terpenuhi dari ekonomis salah satunya dari tahu, tempe. Buku resep yang isinya bagus dan bahannya yang mudah ditemukan serta ekonomis, ibu-ibu gak lagi overthinking untuk masak ikan salmon dori yang bernilai mahal, tetapi dalam pemenuhan protein bisa melalui ikan lele yang ada disekitar kita.”

Melalui SIASAT, mahasiswa KKN-T IPB tidak hanya menyelesaikan permasalahan stunting, tetapi juga meninggalkan jejak positif dan inspiratif di Desa Sinarsari. Mereka membuktikan bahwa dengan kerja keras dan semangat, perubahan nyata dapat diwujudkan dalam masyarakat. (KKN-T BOGORKAB07B/Kiki Perdana)

 

Editors Team
Daisy Floren
Daisy Floren
admin Author

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow