Sukseskan Program Pancakarsa, Disdagin Kab. Bogor Gelar Pelatihan GKM Bagi 65 IKM | Portal Berita Bogor

Sukseskan Program Pancakarsa, Disdagin Kab. Bogor Gelar Pelatihan GKM Bagi 65 IKM

 

KABUPATEN BOGOR, BogorBagus.com – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagin) Kabupaten Bogor DR. Nuradi, S.H., M.M., M.Hum mengatakan, untuk memenangkan persaingan di era globalisasi ini, maka eksistensi industri harus diberdayakan bekerja dengan manajemen yang benar. Menurutnya, bekerja keras meningkatkan efisiensi dan produktifitas harus dibudayakan sebagai basic meraih daya saing dan itu harus segera dibangun. Komitmen membangun kondisi seperti itu, sudah harus menjadi prioritas sebagai fokus pembinaan pengembangan industri secara nasional.

“Gerakan nasional peningkatan efisiensi dan pertumbuhan ekonomi. Salah satu upayanya adalah Gugus Kendali Mutu (GKM) produk secara menyeluruh di industri kecil dan menengah (IKM) yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” demikian disampaikan DR. Nuradi, S.H., M.M., M.Hum dihadapan peserta saat membuka kegiatan Pelatihan Gugus Kendali Mutu (GKM) tahun 2019, yang dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor, di Hotel Cahaya Vilage/Purnama, beberapa waktu lalu.

“Kegiatan ini salah satu kegiatan untuk mensukseskan program Pancakarsa Bupati Bogor, yaitu karsa maju. IKM kabupaten Bogor harus maju pengetahuannya, maju teknologi dan maju pemasarannya,” sambungnya.

Dikatakan juga oleh Kadisdagin Kab. Bogor, untuk itu harus memiliki pola penerapan manajemen modern dalam SDM, dalam pengolahan sumber daya alam, dalam kreativitas Inovasi dan daya saing agar mampu melakukan pengembangan dan pemanfaatan kreativitas dan inovasi.

“Tekad ini tentu harus diwujudkan, maka perlu konsentrasi dan sinergi program pembangunan industri yang fokus dan kerjasama dari seluruh stakeholder,” kata Nuradi.

Mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor ini juga menyampaikan, seperti kita ketahui bahwa kabupaten Bogor memiliki potensi Industri yang cukup besar dan beraneka ragam komuditinya, baik skala kecil, menengah dan besar. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya produktif untuk memberikan nilai tambah dan daya saing.

Menurutnya, IKM di kabupaten Bogor jumlahnya lebih kurang sebanyak 16.000 IKM, sehingga jika dikembangkan secara intensif dan berkelanjutan cepat atau lambat hal tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

“IKM ini merupakan industri berbasis masyarakat, artinya diproduksi dan dikelola oleh masyarakat, maka hasil yang akan diperoleh pun berdampak langsung pada masyarakat. Setiap daerah IKM dikembangkan secara baik, maka perekonomian masyarakat akan meningkat, yang akhirnya pendapatan daerah pun meningkat,” jelas Nuradi.

Pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor ini pun berharap, melalui pelatihan ini IKM dapat meningkatkan pengetahuannya tentang proses pengendalian mutu dan kualitas dengan baik dan benar, sehingga meningkatkan produktivitas usaha.

“Selain itu juga bisa berbagi ilmu dan informasi serta pengalaman dengan peserta lain. Dan bisa memperluas jaringan usaha yang saling melengkapi. Untuk itu diminta kepada peserta agar mengikuti pelatihan ini dengan serius dan konsentrasi supaya hasilnya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” kata Kadisdagin.

Sementara, Kepala Bidang Perindustrian Disdagin Kabupaten Bogor H. Supendi, S.E., MA dalam laporan selaku panitia pelaksana kegiatan mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan terbangunnya gerakan nasional penerapan GKM melalui percepatan dan peningkatan mutu dan produktif untuk membangun perusahaan IKM berpola tumbuh, mandiri, bermitra bisnis dan berdaya saing.

Pelatihan Gugus Kendali Mutu (GKM) tahun 2019 akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 17-19 September, dan diikuti sebanyak 65 orang peserta dari 10 Kecamatan, yaitu kecamatan Gunung Sindur, Kemang, Babakan Madang, Gunung Putri, Sukamakmur, Sukaraja, Cileungsi, Bojonggede, Megamendung dan Kecamatan Cigombong.

“Kegiatan ini mengadirkan Bapak Jamaluddin Al Afghoni, SP dan Ibu Dita, dari Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (Baperin) Bandung, selaku narasumber yang ahli dan berpengalaman di bidangnya serta memiliki kompetensi sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan,” jelas Kabid Perindustrian.

Redaksi

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan