Program Studi Doktor Epidemiologi FKM UI Selenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor | Portal Berita Bogor

Program Studi Doktor Epidemiologi FKM UI Selenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor

Jakarta, Kamis, 5 juli 2021, Program Studi Doktor Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menyelenggarakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Nazarina, M.Med.Sci, yang berjudul Perilaku Makan Diabetik dan Dislipidemia pada
Penyandang Diabetes di kecamatan Bogor Tengah. Sidang terbuka ini diketuai oleh Prof.Dr.drg.Nurhayati A.Prihartono,MPH.,MSc.,ScD . Bertindak sebagai Promotor Prof.Dr.dr. Ratna Djuwita, M.P.H, didamping oleh dua ko-promotor yaitu Dr. Dra. Risatianti, M.Si. Psikologi dan
Dr.dr. Krisnawati Bantas, M.Kes, serta ketua tim penguji Prof.Dr.dr.Pradana Soewondo, Sp.PD-KEMD. Ko-promotor dan ketua sidang juga bertindak sebagai penguji. Penguji lainnya dalam sidang promosi ini adalah Prof. Dr.Ir. Siti Madanijah, MS; Prof. Dr. dr. Julianty Pradono,MS. SpOK; Dr.dr Mondastri Korib Sudaryo, M.S., D.S-IMOPH; Dr. Besral, SKM. M.Kes; dan Dr. Ir. Ahmad Syafiq M.Sc.

Provendus melakukan penelitiannya dengan alasan bahwa kasus diabetes yang terus meningkat di Indonesia dan penyandang diabetes yang tidak melakukan tatalaksana diabetes dengan baik, dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas, melalui komplikasi diabetes. Salah satu komplikasi yang dapat dialami adalah penyakit penyakit kardiovakuler. Penyakit ini pada umumnya ditandai terlebih dahulu dengan dislipidemia. Pada diabetes, dislipidemia yang terjadi sangat khas, yaitu tingginya kadar trigliserid dan rendahnya kadar HDL-kolesterol, sedangkan LDL- kolesterol lebih dilihat pada densitas partikel LDL-kolesterol yang kecil dan padat.
Salah satu, kegiatan dari tatalaksana diabetes adalah terapi gizi medis berupa pemberian anjuran
diet. Namun masih banyak penyandang diabetes yang belum mematuhi diet yang diberikan.

Dimungkinkan hal tersebut karena perilaku makan penyandang diabetes yang resisten terhadap
perubahan diet. Sampai saat ini belum ada instrumen yang dapat menilai perilaku makan diabetes. Oleh karena itu sebelum mengetahui adanya hubungan perilaku makan terhadap kejadian dislipidemia pada penyandang diabetes, provendus terlebih dahulu menghasilkan suatu
intrumen berupa kuesioner mandiri yang sahih dan dapat dipercaya untuk menilai perilaku makan penyandang diabetes.

Ada dua hasil dari penelitian ini, yaitu diperoleh kuesioner perlaku makan diabetes (KPMD) yang sahih dan dapat dipercaya, untuk menilai perilaku makan diabetes dan diketahuinya hubungan antara perilaku makan dengan kejadian dislipidemia pada penyandang diabetes.
Pada KPMD yang sahih dan dapat dipercaya, perilaku makan yang dapat dinilai adalah perilaku
makan eksternal, restraint, emosional, dan kecepatan makan.

Perilaku makan eksternal merupakan suatu perilaku makan bila seseorang ingin makan atau makan makanan sebagai
respon adanya tanda-tanda kehadiran suatu makanan, misalnya melihat makanan, mencium bau makanan, dan mendengar orang makan. Contoh, saat melihat lauk seperti ayam atau tahu goreng ada di atas meja, maka ingin makan atau bahkan langsung dimakan. Hal tersebut dapat pula terjadi saat melihat makanan atau gorengan pada penjaja makanan.

Perilaku makan restraint, yaitu bila seseorang sangat kawatir dengan penyakitnya atau kadar
gula darahnya, lalu mengurangi makannya secara berlebihan. Hal tersebut antara lain terlihat dari
cara mengurangi frekuensi makan (nasi) menjadi dua bahkan satu kali sehari. Biasanya yang dituju adalah mengurangi asupan nasi yang sangat dikawatirkan tidak baik bagi kadar gula darah.

Perilaku makan emosional adalah perilaku makan sebagai respon emosi negatif dalam menghadapi suatu masalah yang dihadapi. Biasanya respon emosi negative dapat menyebabkan seseorang banyak makan atau ngemil untuk melampiaskan emosi negatif tersebut. Karena bagi
mereka makan memberikan kesenangan. Namun coping terhadap emaosi negative juga dapat berupa hilangnya nafsu makan, seperti yang banyak terjadi pada penyandang diabetes dipenelitian ini. Pada penelitian kebanyakan penyandang diabetes melampiaskan emosi negatif
berupa mencari kegiatan lain seperti mengaji, tidur, nonton atau berkunjung kekerabat.

Perilaku makan berupa kecepatan makan, adalah kebiasan individu makan dengan cepat, yaitu saat makan makanan cepat ditelan atau tidak lama dikunyah. Penyandang diabetes pada penelitian ini, menyatakan makan dengan cepat karena kebiasaan dan banyak gigi yang tanggal
sejak didiagnosa diabetes. Provendus menyatakan bahwa diantara kempat perilaku makan tersebut yang terlihat sangat berhubungan terhadap kejadian dislipidemia adalah perilaku makan eksternal dan emosional.

Oleh karena itu provendus menyarankan agar penyandang diabetes yang memiliki perilaku makan eksternal sebaiknya berusaha menahan diri untuk tidak makan makanan yang dilihatnya atau tercium baunya. Dalam hal ini dukungan keluarga sangat diperlukan untuk menyimpan
makanan dalam kondisi tertutup. Untuk perilaku makan emosional, bagi yang melakukan melampiaskan emosi negatif dengan makan, sebaiknya melakukan hal-hal yang positif seperti mengaji bagi muslim atau berkunjung kekerabat.

Saran lainnya yang disampaikan oleh provendus, adalah meskipun ada beberapa kelemahan dalam pengembangan KPMD, intrumen tersebut sementara dapat digunakan untuk kegiatan konsultasi gizi agar perilaku makan penyandang diabetes dapat diketahui dapat dapat diberikan saran diet yang sesuai dengan mempertimbangkan jenis perilaku makan yang dimiliki
penyandang diabetes.(**)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan