Polres Bogor Ungkap Pelaku Kasus Kekerasan dan Tawuran Antar Sekolah di Cibinong | Portal Berita Bogor

Polres Bogor Ungkap Pelaku Kasus Kekerasan dan Tawuran Antar Sekolah di Cibinong

Polres Bogor Ungkap Pelaku Kasus Kekerasan dan Tawuran Antar Sekolah di Cibinong
Polres Bogor Ungkap Pelaku Kasus Kekerasan dan Tawuran Antar Sekolah di Cibinong

CIBINONG–BogorBagus.com.

Polres Bogor bergerak cepat dengan berhasil mengamankan Pelaku Kekerasan dan Tawuran antar sekolah yang mengakibatkan 1 Korban meninggal dunia yang terjadi pada hari Kamis, tanggal 14 September 2018, sekitar pukul 16.00 WIB. di SPBU Cikaret Cibinong, Kabupaten Bogor.

Korban berinisial KY, pelajar SMP PGRI 1 Cibinong meninggal dunia beberapa saat kemudian di Rumah Sakit Tri Mitra

Kapolres Bogor, AKBP Andi Moch Dicky P.G., S.Sos., S.I.K., M.H. dalam keterangannya mengatakan, Kejadian berawal dari Tawuran antar sekolah yang melibatkan pelajar SMP PGRI 1 dengan gabungan SMP Al-Nur dan Madrasah Al-Huda Cibinong. Dimana sebelumnya antar pelajar sudah saling tahu dan sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk mereka melakukan tawuran dengan menggunakan senjata tajam (Sajam).

“Senjata-senjata tajam yang digunakan oleh para pelajar untuk tawuran itu kebanyakan dibuat sendiri seperti dibubut atau membawa celurit dari rumahnya masing-masing. Dan mereka ternyata menggunakan pakaian bebas bukan pakaian seragam sekolah,” demikian ungkap Kapolres saat gelar konferensi Pers dengan awak media di Mako Polres Bogor, Cibinong, Senin (17/9/2018) pukul 09.00 WIB.

Dengan kejadian tersebut, Sat Reskrim Polres Bogor bersama Polsek Cibinong bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap Dua orang tersangka pelajar SMP Al-Nur Cibinong dan satu tersangka sedang dilakukan pencarian (DPO).

“Hingga saat ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap Saksi-saksi kejadian, sebanyak 9 orang saksi,” ujarnya.

“Dalam waktu dekat Kami akan meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor untuk duduk bersama-sama dengan memanggil para guru terutama guru-guru sekolah tersebut, apabila tawuran ini masih berulang-ulang maka kita akan rekomendasikan kepada Disdik Kab.Bogor agar dievaluasi atau dicabut izinnya,” tegasnya.

Kepolisian juga meminta peranan dari orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi masalah tawuran pelajar ini. Peran serta masyarakat sangat penting dalam mengawasi Pelajar atau anak–anak yang nongkrong bergerombol pada jam sekolah dan di luar jam sekolah dengan membawa senjata tajam di lingkungannya agar segera melaporkan kepada kepolisian terdekat.

“Polres bogor akan menindak tegas secara hukum bagi siapa saja yang tertangkap membawa senjata tajam untuk tawuran,” pungkasnya.

Satgas Pelajar dan Patroli dari Kepolisian sudah rutin dilaksanakan setiap hari, Lanjut Kapolres Bogor, untuk mencegah aksi tawuran pelajar, patroli ini biasanya dilakukan di jam sekolah dan pada jam pulang sekolah. Namun Kejadian Tawuran di Cileungsi ini terjadi di malam hari.

Polres Bogor bekerjasama juga dengan BAPAS untuk melakukan penahanan dengan sistem Undang-undang perlindungan anak sehubungan pelaku anak di bawah umur.

Pelaku dikenakan Pasal 80 ayat (3) Undang-undang No. 35 tahun 2014, perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan Pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp.72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah). Dan Pasal 170 ayat (3) KUHP dengan Pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun, jika kekerasan mengakibatkan luka berat, serta Pasal 2 ayat (1) Undang-undang No. 12 Darurat/tahun 1951 dengan pidana penjara paling lama 10 tahun. (Lekat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan