Polres Bogor Polda Jabar Ungkap Kasus Curat, Pencurian Perangkat Modul Tower | Portal Berita Bogor

Polres Bogor Polda Jabar Ungkap Kasus Curat, Pencurian Perangkat Modul Tower

 

Kabupaten Bogor – BogorBagus.com.
Sat Reskrim Polres Bogor berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian perangkat modul tower Indosat, Telkomsel, Xl yang dilakukan pada tanggal 15 Juni 2018 dan 16 Januari 2019. Dari kasus ini Polisi meringkus dua orang Pelaku pria berinisial YPO (39) Warga Ciampea Kabupaten Bogor sebagai Pelaku Curat dan FH (50) warga Kota Bekasi sebagai Penadah.

“Kedua Pelaku berhasil ditangkap pada tanggal 17 Januari 2019. Pelaku YPO ditangkap Resmob Sat Reskrim Polres Bogor di Kabupaten Bogor, sedangkan pelaku FH ditangkap Resmob Sat Reskrim Polres Bogor di Kota Bekasi,” demikian dijelaskan Kapolres Bogor AKBP Andi M. Dicky P.G, S.Sos., S.I.K. M.H., saat konferensi pers dengan awak media di Mako Polres Bogor, Selasa (29/1/2019).

“Pelaku melakukan aksi pencurian perangkat modul tower Indosat, Telkomsel dan Xl, di 6 (enam) lokasi tower diantaranya Kecamatan Kemang, Kecamatan Dramaga Kab. Bogor, Bantarkambing Kab. Bogor, Cibatok Kec. Cibungbulang Kab. Bogor, Kec. Leuwiliang Kab. Bogor, Sindangbarang Kota Bogor,” ujar Kapolres Bogor.

Polisi Berhasil menyita barang bukti dari pelaku diantaranya 4 unit WBPD, 2 unit UBBd6,1 unit Base Band, 2 DUW, 57 rol Kabel warna Kuning,13 rol Kabel warna hitam, 3 rol Kabel warna abu-abu,1 rol Kabel warna putih,87 dus Box APV merk Ericsson,1 kardus putih merk Roxtec,1 kardus coklat kecil merk Huwaei berisi 2 Sabreg,3 kardus kecil isi 8 unit UBBd6, 105 buah kardus kecil merk 3M, 5 buah Safety belt,10 colokan listrik, dan 2 buah pendingin/Ven, serta 12 dus kosong.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., dalam keterangannya mengatakan, dari hasil keterangan maupun investigasi yang kita lakukan, bahwa modus operandi pelaku melakukan pencurian ini, dengan menyamar sebagai salah satu pekerja dengan menggunakan baju dan identitas termasuk surat perintah yang dipalsukan.

“Atas dasar itu kemudian pelaku memang sebelumnya sudah mengetahui betul tentang barang yang nantinya akan dicuri. Karena memang barang yang dicuri sesuai dengan permintaan,” jelasnya.

Menurut Kasat Reskrim, seperti tadi sudah disampaikan bapak Kapolres, bahwa memang kasus ini masih terus dilakukan pendalaman dan pengembangan terkait dengan siapa yang menampung, siapa yang memesan terhadap barang barang tersebut.

“Karena seperti kita ketahui bahwa barang barang ini tidak diperjual belikan secara bebas dan perubtukannya tidak bisa digunakan untuk umum,” pungkasnya.

Atas perbuatan Pelaku, Polisi menerapkan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan Ancaman Hukuman Penjara Maksimal 7 Tahun dan Tindak Pidana pertolongan jahat (Tadah) dengan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun.

(Lekat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan