Pergelaran Raditya Wage, Blaka Suta Kembalikan Jatidiri Bangsa

Pergelaran Raditya Wage, Blaka Suta Kembalikan Jatidiri Bangsa

Smallest Font
Largest Font

BogorBagus.Com- Celempung dan karinding mengalun seirama dengan dawai lagu tanah Pasundan, beberapa penonton disela gelak canda anak yang ingin juga belajar menghormati dan menghargai tradisi budaya bangsa melalui alat dari bambu ini. Sungguh  terasa keakraban diacara Raditya Wage yang diadakan Komunitas Blaka Suta di Kampung Sinagar,  Desa Cihideung Udik Kecamatan Ciampea Bogor.

Ketua Batang  Tubuh Blaka Suta, Ir Satrio Wisnu mengatakan “Komunitas ini bukan sebagai aliran, bukan sekte ataupun partai. Ini organisasi yang mengedepankan karya nyata, bersikap jujur dan mengatakan yang sebenarnya.”

Pergelaran Musik Tradisional dalam acara Raditya Wage Paguyuban Blaka Suta

Satrio Wisnu juga menuturkan sesuai dengan SK Mentri Hukum dan HAM No.C-59.HT.01.06  tahun 2006 Komunitas Blaka Suta membuka diri ke masyarakat dengan program-program yang mempertahankan standard profesional  serta proporsional . “Kami akan selalu menjunjung nilai-nilai  yang moral tinggi dalam semua hal yang berbudaya dan beretika sesuai dengan jati diri bangsa ” ujarnya.

Kedepan, selain acara tradisional seni budaya tepung warsih  yang diadakan setiap awal dan akhir tahun Satrio Wisnu juga mengungkapkan agenda kegiatan Blaka Suta  tidak hanya dalam lingkup acara tradisional namun juga acara dihari-hari nasional seperti 17 Agustusan, Hari Kebangkitan Bangsa, Sumpah Pemuda dan yang lainya.

Sementara , Ir H Surya Jaya Laksana Ps atau yang akrab disapa Abah dalam acara yang  diadakan 40 hari sekali ini mengatakan. “ Diawali dengan takbir  kita doakan saudara kita berkah saat ini kita keluarga yang syah.

Abah juga menekankan bahwa Blaka Suta bukanlah sekte atau ajaran aliran apapun “Hanya sebatas kekeluargaan, duduluran, babarayaan, silih asah silih asih, silih asuh, tidak membedakan tingkat sosial, agama ataupun golongan, semua ada disini dari barat sampai ke timur, selatan sampai ke utara,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Abah juga menekankan pentingnya kebiasaan berwudhu dan jangan tinggalkan sholat. “Tidak ada amalan yang paling baik dari Rosulullah kecuali sholat,” tandasnya.

Hadir dalam acara ini ratusan orang dari beberapa daerah di pulau jawa, Cirebon, Indramayu, Tasik, Garut, Kerawang, Tangerang, Jasinga, Banten dan lainya. Nuansa budaya semakin kuat dengan iringan musik bambu lagu-lagu sunda terjalin keakraban dari sesama keluarga. (din)

Editors Team
Daisy Floren
Daisy Floren
admin Author

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow