Mengutip Dari Status Guruku Tentang Kota Hujan dan Kota Seribu Angkot | Portal Berita Bogor

Mengutip Dari Status Guruku Tentang Kota Hujan dan Kota Seribu Angkot

 

BOGOR – BogorBagus.com.
Boleh kami rakyat kecil ini mengeluh tentang kondisi kami yang hidup di pedesaan. Bogor adalah kota hujan, disaat musim hujan kami sebagai seorang pelajar merasa sangat kesulitan untuk berangkat sekolah, kenapa? Katanya Bogor juga kota seribu angkot tapi kenyataanya di desa kami tdak ada angkot.

Miris sekali kami bukan sekali dua kali datang ke sekolah, baju kami basah kuyup karena kehujanan, karna jarak tempuh dari rumah kesekolahpun jauh walaupun menggunakan jas hujan tetap saja basah.

Belum lagi teman-teman kami yang satu sekolah bahkan yang beda sekolah yang tidak mempunyai kendaraan harus jalan kaki dengan jarak yang sangat jauh dari rumah ke sekolah, coba pikirkan kesana belum lagi jika musim hujan.

Sampai kapan kami akan seperti ini? Bukankah Indonesia kita tercinta ini butuh orang-orang cerdas dan pintar. Tapi disaat kami akan pergi kesekolah untuk belajarpun??

Ntahhlahh…miris sekali kami yg hidup dipelosokan ini😢, adakah yang sadar dan perduli tentang kami? Wahai para Pejabat coba pikirkan kami yang ada dipedesaan ini yang sangat membutuhkan pasilitas yang baik.

Karna kamipun punya cita-cita yang harus kami capai, tapi bagaimana kami hendak mencapainya jika untuk menuju ke sekolah untuk belajarpun kami sangat kesulitan.

Membangun Infastruktur (Jalan raya) memang penting tapi bagaimna yang tdak punya kendaraannya, Kami harus tetap berjalan menuju sekolah? Kami tak butuh JALAN raya yang bagus, tapi kami butuh JALAN kehidupan yang lebih baik. Perdulikan kami yang dipedesaan ini kami butuh fasilitas yang baik untuk sekolah RakyatKecil Nalaratih16.

Menurut Bendahara Umum Forum Mahasiswa Bogor (FMB) Linda Luvitha Dewi menjelaskan, Saya sedih saat membuka akun sosial media saya, lalu di sambut dengan postingan siswi SMK Insan Madani Sukajaya yang menceritakan keluh kesahnya untuk menempuh bangku sekolah demi mengejar cita-cita.

Bukan karena tidak mampu untuk biaya administrasi sekolah, melainkan karna perjalanan yang lumayan sulit untuk dijangkau.

Dia pun menuturkan, mungkin hal ini sudah saya alami sekitar 6 tahun lalu dan sekarang masih dialami oleh adik-adik yang haus akan ilmu, yang peduli akan negeri Indonesia, dan yang sadar bahwa negeri tercinta kita membutuhkan orang-orang cerdas agar tidak selalu dijajah dan diperbudak oleh negara lain. Dan bahkan hari ini bukan negara lain yang menjajah negara kita, melainkan penghuni negara itu sendiri.

Semoga dengan adanya sebuah surat kecil untuk pemerintah dari si pelajar yang mewakili rakyat kecil ini, pemerintah bisa mendengar dan mengambil tindakan.

Penulis: Cawang

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan