L-KPK Kab. Bogor Gelar Seminar Anti Korupsi dan Bahaya Narkoba | Portal Berita Bogor

L-KPK Kab. Bogor Gelar Seminar Anti Korupsi dan Bahaya Narkoba

L-KPK Kab. Bogor Gelar Seminar Anti Korupsi dan Bahaya Narkoba

Kabupaten Bogor-BogorBagus.com.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) Kabupaten Bogor dengan menggandeng Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor menggelar Kegiatan Seminar Anti Korupsi dan Bahaya Narkoba dengan tema “Pendidikan Anti Korupsi dan Bahaya Narkoba bagi Generasi Milenial” yang dilangsungkan di Gedung Kesenian Jl. Tegar Beriman Cibinong, Kamis (24/11/2018).

Dengan menghadirkan Narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, Kejaksaan Kabupaten Bogor, Polres Bogor dan dari Universitas Pakuan. Dan diikuti ratusan Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP Se- Kabupaten Bogor.

Ketua Umum L-KPK M. Firdaus Oiwobo, S.H, yang hadir pada kesempatan tersebut dalam keterangannya mengatakan, kami sangat berterimakasih sekali dengan Pemerintah Kabupaten Bogor khususnya pihak Disdik Kab. Bogor yang telah memfasilitasi dan mendukung kegiatan ini dalam hal membantu Pemerintah untuk mensosialisasikan tentang korupsi dan bahaya Narkoba.

“Selain itu, Saya sangat mengafresiasi Ketua dan pengurus DPC L-KPK Kabupaten Bogor yang telah mampu melaksanakan kegiatan ini,” ujarnya dihadapan awak media.

Dari kegiatan ini lanjut M. Firdaus, diharapkan kedepannya agar masyarakat khususnya para pendidik dilingkungan sekolah bisa meminimalisir tentang bahaya Narkoba dan Korupsi bagi anak – anak didiknya sedini mungkin.

“Jangan sampai terkontaminasi para generasi muda bangsa. Karena mereka akan menjadi tongkat estapet generasi penerus kedepannya, dan kita dari L- KPK sudah membentuk dan membuat Pusdiklat khusus penanganan korupsi dan anti narkoba,” ungkap Ketum L-KPK.

Dik dik Kusnadi, Kasubdit Media Non Elektronik Direktorat Diseminasi Informasi Deputi Bidang Pencegahan BNN Pusat kepada wartawan mengatakan, bahwa dalam menyikapi masyarakat kita ada kebijakan depenalisasi dan dekriminalisasi.

“Depenalisasi merupakan kebijakan keluar dari aspek hukum, kita harapkan masyarakat yang sudah terlanjur terkena masalah narkoba segara datang untuk segera dilakukan rehabilitasi jangan menunggu ditangkap, karena jika sudah ditangkap maka proses hukum tetap berjalan,” ujarnya.

Didunia narkoba kerika permintaannya banyak maka suplainya akan banyak juga. Maka kita mengajak semua pihak untuk bersama sama melakukan upaya upaya menekan dima. Bagaimana cara nya dari sekitar 97 persen masyarakat itu mereka harus dicegah jangan sampai coba-coba memakai narkoba, kita dorong kita bantu kesadarannya supaya masyarakat lebih melihat akibat narkoba daripada enaknya. Begitu banyak akibat narkoba berupa penderitaan kerugian dan kematian.

Saya sangat Apresiasi dengan kegiatan ini, tentunya kesempatan ini sangat mendukung bagaimana caranya untuk menciptakan lingkungan sekolah dari bahaya narkoba.

“Jadi, saya mendorong para kepala sekolah untuk dapat menciptakan lingkungan sekolah bersih dari narkoba,” tandasnya.

Kiat kiat untuk menciptakan lingkungan sekolah dari bahaya narkoba diantaranya:
1. Dengan komitmet dan membuat fakta integritas mulai dari kepsek sampai tukang sapu.
2. Membuat slogan slogan anti narkoba di sekolah sekolah
3. Sosialisaai tentang bahaya narkoba.
4. Bentuk satgas anti narkoba di sekolah sekolah.

Kedepan diharapkan kegiatan seperti ini bukan hanya dilingkungan pendidikan saja, karena segmentasi di masyarakat tidak hanya lingkungan pendidikan saja, tetapi ada lingkungan kerja baik pemerintah maupun swasta dan di lingkungan masyarakat juga ada keluaga di dalamnya.

“Jadi orientasinya dimanapun diupayakan tetap menciptakan menciptakan lingkungan bersih dari narkoba,” pungkas Dik dik.

Sementara, Ratna Kusuma Dewi, SH, selaku narasumber mewakili Kejaksaan Negeri Cibinong dalam keterangannya mengatakan, kegiatan ini sudah cukup bagus dan positif khususnya untuk edukasi bagi para Kepala Sekolah dan Guru-guru Se-Kabupaten Bogor sehingga nantinya bisa membantu peranan Kejaksaan untuk melakukan pencegahan terhadap korupsi dan bahaya narkoba.

“Pada dasarnya pencegahan lebih baik daripada penindakan,” ucapnya kepada awak media.

“Untuk itu harapan saya, kedepannya kegiatan ini perlu terus dilakukan, dan kalau bisa dibuat lebih kecil untuk kapasitasnya seperti tingkat kecamatan, karena kalau ini kan mungkin lebih banyak pesertanya jadi kemungkinan tidak akan fokus mencerna dan memahami inti dari penyampaian kita,” kata Ratna Kusuma Dewi, SH.

Nampak hadir dalam kegiatan tersebut, Kabid Disdik Kabupaten Bogor, Kasie Intel Korem 061/SK, Pasie Intel Kodim 0621/Kabupaten Bogor, Humas PN Cibinong Kelas 1A, Perwakikan BNNK Bogor dan tamu undangan lainnya. (Lekat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan