Ketum MPB, Pesta Kembang Api di Pembukaan Porda XIII Jabar Terkesan Hura-hura | Portal Berita Bogor

Ketum MPB, Pesta Kembang Api di Pembukaan Porda XIII Jabar Terkesan Hura-hura

Ketum MPB, Pesta Kembang Api di Pembukaan Porda XIII Jabar Terkesan Hura-hura

Kabupaten Bogor–BogorBagus.com.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 dan tsunami yang terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat, 28 September 2018, menimbulkan korban jiwa dan harta benda.

Ribuan korban meninggal Ratusan orang hilang, Ribuan orang luka-luka, Ratusan warga korban tertimbun dan Ribuan rumah rusak serta Ratusan warga mengungsi dampak gempa dan tsunami.

“Jumlah korban jiwa yang tidak sedikit membuat Atiek Yulis Setyowati, salah seorang Aktivis di Kabupaten Bogor terhenyak dan berduka. Ungkapan rasa keperihatinan nya yang teramat mendalam atas apa yang menimpa saudara-saudara kita disana,” demikian disampaikan Ketua Umum Masyarakat Pejuang Bogor (MPB) kepada BogorBagus.com, Sabtu (7/10/2018).

Ketika disinggung tentang adanya pesta kembang api di acara Pembukaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) ke XIII Jabar, yang berlangsung di Stadion Pakansari Cibinong Kabupaten Bogor, Sabtu tanggal 6 Oktober 2018. Atiek Yulis Setyowati sangat menyayangkan, adanya pesta kembang api tersebut. Menurutnya, pesta kembang api yang terkesan hura-hura dan buang-buang uang. Sebab disisi lain di wilayah Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah, saudara-saudara kita sedang mengalami musibah gempa dan tsunami yang sangat memprihatinkan.

“Sungguh sangat Ironis, Pesta kembang api yang terkesan hura-hura. Sedangkan keadaan saudara-saudara kita di Sulteng sana memprihatinkan, mestinya acaranya dilaksanakan penuh khidmat sebagai tanda ikut berempati kepada saudara-saudara kita di Palu, Sigi dan Donggala yang sedang berduka,” ungkapnya.

Tetesan air mata mereka masih berjatuhan, lanjut Atiek Yulis Setyowati, karena masih terus mencari sanak keluarga mereka yang hilang belu. ditemukan, entah masih hidup atau meninggal dunia.

“Jadi sebaiknya acara pesta kembang api yang terkesan hura-hura tesebut bisa dibatalkan walaupun harus merugi,” kata Ketua AMAN (Aliansi Masyarakat Anti Narkoba) ini menambahkan.

Suatu kehormatan Kabupaten Bogor menjadi tuan rumah Porda XIII Jabar tahun 2018 ini, dan suatu tantangan untuk memacu pembenahan diri tempatnya, Atlitnya dan kemasan acaranya agar menjadi pusat perhatian masyarakat Se-Jawa barat khususnya dan Rakyat Indonesia pada umumnya.

Dia berharap, Acara penutupan Porda XIII Jabar, minggu depan agar dibatalkan jika akan ada rencana pesta kembang api lagi sebagai tanda penghormatan dan sebaiknya disumbangkan dananya ke korban gempa dan tsunami di Palu jika dimungkinkan.

“Apresiasi untuk Kabupaten Bogor sebagai tuan rumah, sampai hari ini menjadi juara 1 meraih medali emas dan medali lainnya. Berkat kerja keras semua pihak yang luar biasa tertantang untuk suksesnya acara ini, termasuk kemasan acara pembukaannya semalam,” pungkasnya. (Broolek)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan