Kesejahteraan Guru Honor Masih Jadi PR Pemerintah Kabupaten Bogor

Kesejahteraan Guru Honor Masih Jadi PR Pemerintah Kabupaten Bogor

Smallest Font
Largest Font

Sentul – BogorBagus.Com – Kejelasan nasib dan kesejahteraan untuk guru honorer di Kabupaten Bogor sepertinya masih jauh dari harapan. Pasalnya, sudah tujuh tahun, kesejahteraan guru honorer tetap menjadi sebuah pekerjaan rumah (PR) yang sampai detik ini belum bisa diselesaikan oleh pemerintah.

“Perjuangan panjang ini belum menuai hasil, sampai detik ini diulang tahunnya PGH yang ke-7 masih banyak PR yang belum diselesaikan khususnya oleh pemerintah di bumi tegar beriman ini,” ujar Ketua Persatuan Guru Honor (PGH) Kabupaten Bogor, Halim Sihabuddin, saat ditemui di kantornya, Sentul, Babakan Madang, Bogor, Senin (28/11/2016).

PGH Kabupaten Bogor, kata Halim, saat ini masih terus berjuang dan mengawal seluruh proses tuntutan yang disampaikan pada rapat audensi antara PGH dengan komisi IV DPRD Kabupaten Bogor beberapa waktu yang lalu.

“Ada 4 point tuntutan yang sampai saat ini kita perjuangkan dan belum terealisasi, yaitu peningkatan kesejahteraan dari 650.000 menjadi 1 Juta, adanya UMK Upah Minimum Bogor tahun 2017 yang berlaku untuk seluruh tenaga guru honor, adanya payung hukum yang jelas dalam hal ini Surat Keputusan (SK) Bupati untuk seluruh guru honor, sehingga guru honor negeri bisa ikut sertifikasi dan guru honor yang belum mempunyai NUPTK bisa mengajukan NUPTK. Dan yang terakhir adalah penambahan kouta Kespeg,” papar Halim.

Halim berharap pada sidang paripurna antara DPRD dan Bupati Kabupaten Bogor yang rencananya akan dilaksanakan pada 30 November 2016 nanti seluruh tuntutannya tersebut menjadi prioritas dan masuk kedalam APBD tahun 2017.

“Kabupaten Bogor yang visi misinya menjadi Kabupaten termaju jangan sampai diciderai karena guru honornya masih kesulitan dan tidak sejahtera. Bagaimana Kabupaten Bogor akan maju dalam bidang pendidikan jika tidak diimbangi kesejahteraan gurunya terutama guru honorer yang sudah mengabdi belasan tahun tapi kesejahteraannya tidak pernah diperhatikan,” kata Halim seraya berharap agar janji Bupati Bogor untuk mengakomodir segala tuntutan PGH bisa direalisasikan bukan hanya harapan kosong yang berakibat akan menyakiti sisi keadilan guru honor di Kabupaten Bogor.

Halim juga mengharapkan agar para guru honor tidak perlu lagi melakukan aksi-aksi atau demonstrasi sehingga akan mengganggu KBM di sekolah. “Untuk itu kami mengingatkan kepada bupati sebagai eksekutif dan DPRD selaku legislatif untuk tidak main-main dengan tuntutan kami karena ini harapan dari ribuan guru honor di Kabupaten Bogor yang akan terus bersatu untuk melawan ketidakadilan,” tandas Halim. (*)

Redaksi BogorBagus.Com mengucapkan, “Selamat Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Honor Kabupaten Bogor yang Ke-7 tanggal 29 November 2016. “Semoga Apa yang Kita Perjuangkan Segera Terealisasikan”.

Editors Team
Daisy Floren
Daisy Floren
admin Author

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow