Kapolsek Sukamakmur Berikan Binluh Tentang Bahaya Tawuran di SMK Yapis Solalatul Huda | Portal Berita Bogor

Kapolsek Sukamakmur Berikan Binluh Tentang Bahaya Tawuran di SMK Yapis Solalatul Huda

Kapolsek Sukamakmur Berikan Binluh Tentang Bahaya Tawuran di SMK Yapis Solalatul Huda
Kapolsek Sukamakmur Berikan Binluh Tentang Bahaya Tawuran di SMK Yapis Solalatul Huda

Sukamakmur, Bogor–BogorBagus.com.

Edukasi mengenai bahaya tawuran sangatlah penting diberikan kepada kalangan pelajar sejak dini, dimulai sejak dari Sekolah Dasar hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama sampai tingkat atas atau SLTA. 

“Ini disebabkan tidak sedikit pelajar tingkat SLTP hingga SLTA sering terlibat dalam aksi tawuran. Mereka itu (pelajar) adalah kelompok yang paling rentan, masih labil dan mudah tersulut emosinya,”

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Sukamakmur, Polres Bogor, IPTU Hendra Kurnia, SH saat memberikan Pembinaan Penyuluhan tentang Bahaya tawuran dihadapan 150 Siswa/I SMK Yapis Solalatul Huda, Kecamatan Sukamakmur, Kabupatan Bogor, Selasa (24/72018) pukul 14.00 s/d 15.40 WIB.

“Akibat dari tawuran dikalangan pelajar, lanjut Kapolsek, pastinya akan menimbulkan banyak dampak baik fisik maupun mental dan lain sebagainya,” sambungnya.

Berikut pemaparan Iptu Hendra Kurnia, SH tentang berbagai dampak yang ditimbulkan dari tawuran dikalangan pelajar, diantaranya:

1. Aspek Fisik
Tawuran pelajar dapat menyebabkan kematian dan luka berat bagi para pelajar sebab pelajar yang ikut tawuran kemungkinan akan menjadi korban baik itu luka ringan, luka berat, bahkan sampai kematian.
2. Aspek Mental.
Tawuran pelajar dapat menyebabkan trauma pada para pelajar yang menjadi korban ketika tawuran pelajar. Selain itu juga trauma juga bisa dialami keluarga salah seorang pelajar apabila pelajar tersebut sampai meninggal dunia.
3. Masyarakat dirugikan akibat adanya kerusakan yang parah pada kendaraan dan kaca gedung atau rumah yang terkena lemparan batu.
4. Merusak mental dan menurunnya moralitas para pelajar/generasi muda
5. Menurunkan kualitas pendidikan di Indonesia.
6. Hilangnya nilai-nilai sosial seperti perasaan peka, toleransi, tenggang rasa, dan saling menghargai.

Maka pada kesempatan tersebut, Kapolsek Sukamakmur, “mengingatkan kepada seluruh siswa SMK Yapis Solalotul Huda agar tidak ikut-ikutan dalam aksi Tawuran, karena lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya,” tandas Iptu Hendra Kurnia, SH. (Lekat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan