JPKP Kabupaten Bogor Dukung Antrian Sistem Finger Print di RSUD Cibinong  | Portal Berita Bogor

JPKP Kabupaten Bogor Dukung Antrian Sistem Finger Print di RSUD Cibinong 

JPKP Kabupaten Bogor Dukung Antrian Sistem Finger Print di RSUD Cibinong 
JPKP Kabupaten Bogor Dukung Antrian Sistem Finger Print di RSUD Cibinong

Cibinong, BogorBagus.com.

Banyaknya Keluhan-keluhan tentang pelayanan RSUD di Kabupaten Bogor yang terposting di beberapa Group Medsos dan Media Masa, khususnya mengenai antrian yang terjadi di RSUD Cibinong.

Terkait keadaan tersebut diatas, Ketua DPD JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pemerintah) Kabupaten Bogor, salah satu organisasi Relawan yang anggotanya tersebar diseluruh Indonesia menanggapi bahwa, keadaan tersebut merupakan masalah krusial dan banyak terjadi hampir diseluruh Rumah Sakit milik pemerintah daerah maupun milik Pemerintah Pusat, maka harus menjadi Perhatian semua pihak.

“Berbagai hal dapat menjadi penyebab kendala, diantaranya tingginya kunjungan pasien di RSUD tersebut, walau hal ini bisa jadi barometer positif bagi RS berplat merah, bukti semakin tingginya animo kepercayaan masyarakat. Namun sayang, jika kuantitas kepercayaan meningkat, harus dibarengi pula dengan kualitas pelayanannya,” ujar Fachry Alfiano.

Lebih lanjut Fachry mengatakan, beberapa sampling investigasi yang dilakukan oleh JPKP beberapa bulan lalu, ke beberapa RSUD di Kabupaten Bogor, kesimpulan yang kami dapatkan, salah satu penyebab antrian panjang adalah, “Terbatasnya ruangan layanan pendaftaran, hingga memberi luang kesempatan adanya Oknum-oknum nakal yang memanfaatkan situasi ini menjadi lahan bisnis/ percaloan,” tambahnya.

Memang masalah percaloan telah masuk ke segala lini, bukan hanya di Rumah Sakit saja, bahkan dulu ada kebijakan salah satu instansi, yang akan memberikan bonus, jika ada yang melapor/menangkap calo.

Masalah yang terakhir adalah masalah yang sulit diberantas, disamping memang tidak ada larangan bagi pendaftar yang bukan pasien (sebut : mengaku keluarga pasien), juga sulitnya menangkap basah transaksi sebagai bukti adanya percaloan dan penjualan nomor antrian.

“Secara tidak langsung, adanya Calo-calo ini akan semakin memperpanjang antrian dan semakin memperkecil “jatah” pasien sebenarnya,” terang Fachry kepada BogorBagus.com via pesan singkat Whatsapp, Rabu (30/5/2018).

Saat Kami melakukan Audensi, adanya rencana sistem online yang diusulkan menjadi solusi memperpendek antrian, belum sepenuhnya dapat dijamin menyelesaikan masalah secara tuntas, mengingat sebagian besar masyarakat Kabupaten Bogor belum tentu dapat menggunakan sistem ini (internet).

Karenanya Kami menyarankan, “RSUD agar dapat segera mengatasi masalah pencaloan dan menindak tegas oknum pelakunya, tanpa pandang bulu termasuk bila terbukti ada oknum yang mengaku relawan padahal bayaran atau oknum internal karyawan RSUD,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Medik RSUD Cibinong, dr Fusia Meidiawaty saat diminta keterangan mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pembenahan masalah antrian ini, diantaranya telah memberlakukan satu nomor untuk satu antrian, yang sebelumnya satu pengantri bisa mengambil beberapa nomor antrian.

“Selanjutnya, Kami juga sedang berproses untuk menjalankan sistem antrian online yang Insya Allah tidak lama lagi akan di uji cobakan, tentu saja dengan segala permasalahannya,” tuturnya.

Mengatasi masalah pencaloan, bukan tidak mungkin ke depannya RSUD Cibinong akan menerapkan, “Antrian memakai sistem finger print atau sidik jari untuk melayani masyarakat jadi tidak ada lagi antrian panjang, dan pasien harus mendaftar sendiri tanpa diwakilkan,” tandasnya. (Lekat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan