Gerombolan Kekar Berambut Cepak Rusak Pagar Sentul City | Portal Berita Bogor

Gerombolan Kekar Berambut Cepak Rusak Pagar Sentul City

Gerombolan Kekar Berambut Cepak Rusak Pagar Sentul City
Gerombolan Kekar Berambut Cepak Rusak Pagar Sentul City
Kab. Bogor – BogorBagus.com.
Setelah tiga somasi berturut-turut dengan ajakan berdialog dengan simpatik tidak mendapat respon, tindakan penyerobotan lahan oleh seorang yang diduga bernama Andri di lahan Sentul City memasuki babak baru.
Kejadian tersebut, kuat dugaan, Andri membawa gerombolan orang berambut cepak dan bertubuh kekar, dengan cara bersama-sama melakukan tindakan perusakan pagar di area Sentul City, tepatnya di kampung Pasar Ipis, desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, pada hari Sabtu (15/2/2018) sekitar pukul 10.00 WIB pagi.
Salah satu saksi mata dan saksi fakta kejadian, Gempol, warga dari kampung sekitar yang memang sedang berjaga dan bekerja memasang pagar panel di area tersebut menerangkan, “Gerombolan cepak dan kekar tersebut melakukan perusakan pagar dengan cepat dan bersama sama, bahkan merusak handphone saya dan teman saya. Saya ngeri, handphone saya dan 3 yang lain dirusak karena kami berusaha mengambil foto pada saat kejadian tersebut. Di iring-iringan mobil tersebut ada salahsatu mobil berplat khusus TNI,” ujarnya.
Saat ini peristiwa tersebut sudah ditangani Polres Bogor dan juga Polisi Militer Bogor karena adanya mobil berplat TNI yang datang bersama dalam rombongan.
Sementara itu Faisal Farhan SH., MH pengacara Sentul City menambahkan, Kami dari PT Sentul City melakukan pemagaran di tanah kami sendiri, kami mempunyai atas hak yang aktif dan sah yaitu HGB dengan riwayat perolehan yang bisa dibuktikan secara hukum berasal dari HGU.
“Kami sebagai perusahaan terbuka tentu merupakan tugas kami menjaga aset kami yang secara tidak langsung juga merupakan aset publik sebagai pemegang saham. Sebagai perusahaan yang taat hukum, kami sudah melaporkan kejadian ini ke kepolisian dan Polisi Militer, biarlah proses hukum berjalan dengan sebaik-baiknya, dan kami serahkan kepada proses hukum, karena negara kita merupakan negara hukum dan hukum sebagai panglima tertinggi, bukan negara premanisme,” tegasnya. (Lk/Ar)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan