Event Seniman Budaya Di Lembah Madu Cigudeg Menggema ,Tapi Pihak Terkait “Mati Suri “ | Portal Berita Bogor

Event Seniman Budaya Di Lembah Madu Cigudeg Menggema ,Tapi Pihak Terkait “Mati Suri “

Cigudeg HRB – Selepas pandemi covid 19 gairah dan semangat para pelaku seni sudah mulai terlihat dan kembali membedah tradisi dan budaya Salah satunya Gabungan para Seniman yang berada cigudeg dan bogor barat

Pameran yang dikemas dan diselenggarakan di Wisata lembah madu kecamatan Cigudeg tersebut memberikan beberapa event yaitu event seni sabatur Seniman angklung gubrag, festival kopi dan event Pameran Budaya serta kerajinan pada Sabtu (23/08/2022).

Salah satu seniman Dery asal kecamatan cigudeg mengatakan karya seni tersebut harus bisa dikembangkan kembali untuk menggambarkan semangat pasca pandemi covid-19 yang sebelumnya cukup tertahan

“pameran ini merupakan buah karya asli cigudeg,Saya bersama rizky Kinoy,bung Maizar dan pak wawan Seniman bogor barat dalam seni lukis turut digandeng juga dalam kegiatan “batur salembur” gunanya untuk meningkatkan kembali gairah dan semangat para seniman untuk bangkit kembali pasca tertahan pasca pandemi covid-19, “ujarnya.

Sementara itu Public Relaction rizky kinoy mengatakan para budaya maupun Seniman yang ada di bogor barat harus didukung karena mereka mampu mengangkat hal positif yang dituangkan dalam expresi dalam kreatifitasnya.

“kegiatan ini merupakan buah ekspresi serta kearitifitas yang perlu di dukung untuk tetap eksis di bidang seni dan kreatif agar tujuannya mampu mengangkat nama cigudeg dalam hal positif.” Katanya

Demikian Rizky kinoy mengeluhkan para pemangku kebijakan masih mati suri dan hanya menonton saja seakan seperti Dispora kabupaten bogor belum bisa memfasilitasi para seniman untuk membangkitkan animo dan edukasi untuk dikembangkan kembali

“Namun hari ini baik dari pemerintah maupun organisasi pemuda di kecamatan cigudeg yang harusnya mampu mewadahi, memfasilitasi seperti mati suri. Kegiatannya aktif hanya di medsos juga cuma acara seremoni saja
Kebanyakan organisasi yang terkoneksi sampai ke kabupaten tidak turun kebawah dan pengemasan acaranya terkesan monoton,” Tegasnyah pada wartawan

Menurutnya perlunya kepemudaan kecamatan cigudeg itu turun kebawah, melihat, mendengar dan bersentuhan langsung. Jika bisa seperti itu baru menjalankan organisasi dengan maksimal.dukungan tersebut guna bisa menjadi ikon dan aset yang harus dikembangkan bukan hanya ditonton saja jangan hanya monoton jalan ditempat.

“pelaku seni wajib diperhatikan dan di dukung eksistensi nya, kenapa tidak ini juga bisa jadi ikon cigudeg yang bisa dijadikan wisata edukasi jika sudah terkemas dalam sebuah galeri.” Pungkasnya.(**)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.