Diseminasi dan Edukasi Iptek Nuklir, BATAN dan Komisi VII DPR RI Giatkan Sosialisasi | Portal Berita Bogor

Diseminasi dan Edukasi Iptek Nuklir, BATAN dan Komisi VII DPR RI Giatkan Sosialisasi

Diseminasi dan Edukasi Iptek Nuklir di Indonesia, BATAN dan Komisi VII DPR RI Giatkan Sosialisasi.

Ciseeng-BogorBagus.com.

Bahwa dalam rangka memberikan sosialisasi, diseminasi dan edukasi ke masyarakat tentang ilmu pengetahuan dan teknologi tenaganuklir, Komisi VII DPR RI yang diprakarsai oleh Anggota Komisi VII DPR RI A-259 Fraksi Partai Golongan Karya Dapil Jawa Barat V / Kabupaten Bogor yakni Drs. K.H. Nawafie Saleh, SE, MM bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang merupakan salah satu mitra kerja Komisi VII DPR RI, menyelenggarakan kegiatan “Diseminasi dan Edukasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir” di Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Ciseeng Kab. Bogor Jawa Barat, Sabtu (28/04/2018).


Kegiatan edukasi ini diikuti oleh 150 orang peserta yang terdiri dari pengurus pondok pesantren dan berbagai jenjang unit pendidikan yang ada di lingkungan Ponpes Al-Mukhlisin, dari mulai PAUD, TK, SMP/MTS, SMA/MA, sampai ke perguruan tinggi yakni STAI Al-Mukhlisin. Antusiasme peserta nampak sekali ketika mereka memasuki meja panitia untuk registrasi di aula pesantren putri Al-Mukhlisin pukul 08.30 WIB.
Acara dimulai pukul 09.30 WIB dan dibuka secara resmi oleh Drs. KH. Nawafie Saleh, SE, MM selaku Anggota Komisi VII DPR RI. Turut mendampingi beliau, Deputi Teknologi Energi Nuklir Ir. Suryantoro, MT, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bogor Drs. A. Luthfi Syam, M.Si, dan Ketua Umum Yayasan Al-Mukhlisin Ikhwanudin Abidin, SH. Dalam kegiatan tersebut hadir pula sejumlah aparatur Muspika Ciseeng, mulai dari Polsek Parung, Koramil hingga Ketua MUI Kec. Ciseeng KH. Sirojudin.

Dalam sambutannya, Nawafie mengingatkan kepada peserta diseminasi tentang pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi, sebab perintah Allah SWT menyuruh kepada Rasulullah SAW waktu menerima wahyu pertama kalinya yaitu “Iqra” yang artinya perintah “bacalah” dalam surat Al-‘Alaq ayat 1. Kata Iqra tidak saja dipahami untuk membaca buku agar pandai, tetapi juga membaca seluruh ilmu pengetahuan dan teknologi yang Allah sediakan di alam raya ini. Berbagai potensi yang dimiliki bangsa indonesia baik potensi alam maupun sumber daya manusianya, harus dapat dikelola dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebab salah satu ciri negara yang maju adalah negara yang memiliki kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologinya diatas rata-rata negara lainnya. Karena itu, disini pentingnya tenaga nuklir sebagai salah satu energi yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan bangsa.

Suryantoro, Deputi teknologi energi nuklir, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Komisi VII yang merupakan mitranya karena sudah mendorong BATAN untuk lebih mendekatkan kepada masyarakat. Sebagai salah satu lembaga pemerintah non kementerian (LPNK), BATAN merupakan litbangnya energi nuklir dan tulang punggung bagi pengembangan energi nuklir bagi kesejahteraan bangsa. Suyantoro menjelaskan, bahwa banyak negara maju yang memanfaatkan energi nuklir untuk kemajuan bangsanya. Uni Emirat Aab dan Malaysia, kini sedang progresif dalam mengembangkan energi nuklir untuk kesejahteraan bangsanya. Dengan adanya diseminasi dan edukasi ini, diharapkan masyarakat khususnya keluarga besar pondok pesantren Al-Mukhslisin lebih mengenal apa dan bagaimana energi nuklir, teknologinya serta pemanfaatannya bagi kesejahteraan masyarakat. Hal ini pun sangat disambut baik oleh Ikhwanudin Abidin selaku ketua umum Yayasan Al-Mukhlisin, yang sudah mempercayakan pesantrennya sebagai tuan rumah kegiatan diseminasi dan edukasi tersebut.

Acara dilanjutkan dengan Diskusi yang disampaikan materinya oleh Ir. Ruslan Kepala Pusat Diseminasi dan Kemitraan BATAN dan Drs. TB. Lutfi Syam, M.Si kepala dinas pendidikan Kab. Bogor dan dimoderatori oleh Ikhwanudin Syarief, M.Si Dosen dan Tenaga Ahli A-259 Komisi VII DPR RI. Dalam pemaparannya, Ruslan menjelaskan kepada peserta tentang pengenalan tenaga nuklir dalam kehidupoan sehari-hari seperti pemeriksaan alat rongten bagi kesehatan, budi daya petanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan berbagai macam bidang kehidupan lainnya yang dapat memanfaatkan tenaga nuklir. Nuklir aman bagi kesehatan dan keselamatan umat manusia. Berbeda jika nuklir digunakan atau diproduksi untuk persenjataan, seperti halnya dilakukan oleh negara-negara seperti Iran dan Korea Utara.

Selanjutnya, Lutfi Syam selaku Kadis Pendidikan Kab. Bogor, mengharapkan kemitraan ini berlanjut dengan pemanfaatan obyek-obyek teknologi yang dipunyai oleh BATAN, LAPAN, Puspiptek, LIPI, BIG, BPPT dan mitra-mitra kerja komisi lainnya untuk dijadikan sebagai salah satu tujuan studi wisata anak-anak pelajar dan mahasiswa di Kab. Bogor.
“Ini potensi ekonomi yang luar biasa. Ini potensi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang luar biasa bagi anak-anak. Disamping mereka wisata, mereka juga bisa sambil belajar ilmu pengetahuan dan teknologi dan bisa mempraktekkannya. Mulailah kita semua bekerjasama, untuk kemajuan anak-anak kita”, pungkasnya.

Semakin siang semakin semangat peserta mengikuti acara, banyak peserta yang angkat tangan untuk bertanya kepada narasumber, diantaranya Gaos Dosen Al-Mukhlisin dan Zakiyah Mahasiswa STAI Al-Mukhlsin. Gaos menyambut positif kegiatan diseminasi BATAN dan mengharapkan agar Nawafie Saleh selaku Anggota Komisi VII dapat membatu berbagai program dan pembangunan yang ada di Al-Mukhlisin demi pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Bogor.

Demikian pula Zakiyah, mengharapkan agar BATAN dapat membuat pilot project bagi pengembangan energi nuklir di pesantrennya, seperti untuk pertanian, perkebunan, Perikanan dan pengembangan pangan lainnya. (DN)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan