Dibilang Layak Anak, Tapi Marak Kekerasan Apa Kata Pemkab Bogor? | Portal Berita Bogor

Dibilang Layak Anak, Tapi Marak Kekerasan Apa Kata Pemkab Bogor?

Dibilang Layak Anak, Tapi Marak Kekerasan Apa Kata Pemkab Bogor?
Dibilang Layak Anak, Tapi Marak Kekerasan Apa Kata Pemkab Bogor?

Cibinong, Bogor-BogorBagus.com.

Kekerasan terhadap anak semakin marak terjadi, ironisnya oknum pelaku tidak orang dewasa, namun anak-anak itu sendiri. Keadaan itu semakin memprihatinkan, nah tentunya ini patut menjadi perhatian semua pihak, tidak hanya pemerintah semata, tapi juga orang tua.

Masih melekat dibenak kita, kejadian tindak kekerasan terhadap anak siswi sebuah sekolah di wilayah Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Pelaku dan korban melibatkan anak-anak, begitu juga kejadian di wilayah Kecamatan Bojonggede dimana Ayah tiri tega melakukan tindak kekerasan terhadap anaknya yang masih Balita. Dan terbaru, kejadian di wilayah Kecamatan Citeureup, korban seorang siswi SMK dicabuli secara bergilir hingga berujung meninggal dunia.

Kondisi ini patut menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bogor agar tak terulang kembali, sehingga bisa dicegah sedini mungkin.

Saat disinggung, sejauh mana peran dan tanggung jawab Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dalam hal penanganan terhadap anak yang menjadi korban tindak kekerasan.

Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor mengatakan, bahwa tindakan preventif telah dilakukan pemerintah dengan memberikan penguatan sosial terhadap para perwakilan tokoh masyarakat dan tokoh agama Se-Kabupaten Bogor melalui tehnik, strategi dan media masing-masing dalam memerangi dan mengingatkan warga masyarakat untuk menghindari dari upaya-upaya terjadinya tindak kekerasan dilingkungannya.

“Sedangkan upaya pendampingan bagi korban maupun pelaku tindak kekerasan, tetap akan kami lakukan dengan menugaskan Satuan Bhakti Pekerja Sosial, selama masih masuk dalam kriteria anak (5-18 Tahun) berdasarkan surat permohonan dari pihak kepolisian,” kata Dian Mulyadiansyah kepada media BogorBagus.com saat ditemui diruang kerjanya, Jumat petang (20/7/2018) kemarin.

Hal ini dilakukan kata Dian guna memberikan pendampingan selama proses hukum berjalan, selain itu pendampingan dilakukan dalam rangka memberikan hak-hak dasar anak seperti hak dasar keamanan, kenyamanan dan keadilan bersamaan dengan pendampingan terhadap keluarganya.

“Namun sejauh ini kendalanya, masih banyak atau pihak keluarga yang enggan atau tidak mau melapor, akan tetapi dengan adanya pemberitaan di media tentunya membantu kami untuk menindaklanjuti sejauh mana kebenaran dari pemberitaan tersebut,” paparnya.

“Pendampingan juga dilakukan dilingkungan tempat tinggal dan lingkungan sekolah agar mau menerima dan membantu pulihnya kepercayaan diri anak dan keluarga agar dapat menjalankan peran dan tanggung jawab sosialnya seperti masyarakat pada umumnya,” tegas Dian.

Ditambahkan dia, dalam hal melakukan pendampingan terhadap korban tindak kekerasan yang memerlukan pemulihan psikososialnya akan diberikan pemulihan kejiwaannya di Panti Sosial Trauma Central Bambu Apus di Jakarta Timur.

“Sedangkan untuk para pelaku tindak kekerasan yang masih dibawah umur akan kita rujuk ke balai rehabilitasi sosial anak berhadapan dengan hukum (BRS ABH) di Cileungsi. Hal ini dilakukan setelah mengadakan pertemuan dengan berbagai pihak dalam penanganan kasus yang melibatkan anak didalamnya atau berdasarkan putusan pengadilan anak,” ungkapnya.

Sementara lanjut Dian, korban tindak kekerasan yang meninggal dunia, Dinsos mengupayakan keluarga mendapat perhatian dan bantuan kerohiman dari kementerian sosial.

Sekedar mengingatkan dari data yang diperoleh BogorBagus.com bahwa sejak bulan Juni 2018 telah terjadi 27 kasus tindak kekerasan terhadap anak, dimana pelakunya bukan hanya orang dewasa tapi juga telah melibatkan anak dibawah umur. Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan mengingat Kabupaten Bogor merupakan salah satu Kabupaten Layak Anak di NKRI ini. (Lekat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan