Polres Bogor Ungkap Kasus Penimbunan Masker dan Hand Sanitizer | Portal Berita Bogor

Polres Bogor Ungkap Kasus Penimbunan Masker dan Hand Sanitizer

 

BOGOR, BogorBagus.com – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bogor berhasil mengamankan 4 (empat) orang tersangka kasus penimbunan masker dan hand sanitizer.

Keempat tersangka, diantaranya 1 tersangka berinisial MA, berperan sebagai penjual Hand Sanitizer, 1 orang berinisial MF, supir yang berperan mengantarkan penjualan masker, 1 orang tersangka berinisial DW, sebagai calo atau perantara penjual Masker, dan 1 orang berinisial AW, pemilik masker.

“Pengungkapan kasus penimbunan masker dan hand sanitizer yang berada di wilayah Pakansari Kecamatan Cibinong, berkat kerja keras dan upaya anggota yang dipimpin langsung Kasat Reskrim,” ungkap Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Polisi Roland Ronaldy saat jumpa pers dengan wartawan, Senin (9/3/2020) di Mako Polres Bogor.

Dijelaskan oleh Kapolres Bogor, temuan ini bermula ketika terjadi kelangkaan pasar terkait permintaan kebutuhan masker dan handsanitizer pasca terjadinya penyebaran virus corona di Dunia.

“Juga hal ini merupakan atensi dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada jajaran personil Polri untuk dapat mengungkap kasus penimbunan masker dan hand sanitizer di tengah gejolak virus corona ini,” kata Roland.

“Sejumlah barang bukti berupa 5 karung yang berisikan masker, 232 Botol Hand Sanitizer, 336 Box Masker Kesehatan, 950 Lusin Masker yang tidak sesuai dengan standard berhasil disita dari keempat tersangka,” pungkas Kapolres Bogor.

Terhadap para tersangka, kita jerat pasal 107 ayat (1) Jo. Pasal 29 ayat (1) dan atau Pasal 106 Jo. Pasal 24 ayat (1), tentang Tindak pidana pelaku usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok dan/atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak warga dan/atau hambatan lalu lintas perdagangan barang dan atau Tindak Pidana Pelaku Usaha yang melakukan kegiatan usaha Perdagangan tidak memiliki perizinan di bidang Perdagangan yang diberikan oleh Menteri sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan, dengan ancaman tindak pidana kurungan penjara 5 tahun dan denda sebesar 50 miliar rupiah.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan