Polemik Partai Berlambang Pohon Beringin di Kabupaten Buleleng Bali | Portal Berita Bogor

Polemik Partai Berlambang Pohon Beringin di Kabupaten Buleleng Bali

Polemik Partai Berlambang Pohon Beringin di Kabupaten Buleleng Bali

Buleleng, Bali – BogorBagus.com.

Partai Golongan Karya (Golkar) Buleleng, kini mulai bergejolak pasca Pilgub Bali 2018. Hal ini menyusul, adanya keputusan pencopotan Putu Singyen yang selama ini sebagai Ketua DPD II Golkar Buleleng periode 2016 sampai 2021. Pencopotan orang nomer satu di Golkar Buleleng dinilai jarang aktif selama empat bulan lamanya bahkan kepengurusanya pun disebut-sebut telah lalai menjalankan tugas dan amat kepartaian termasuk hajatan Pilgub Bali 2018 lalu.

Sungyen yang asli Desa Petemon Kecamatan Seririt ini dicopot berdasarkan hasil rapat DPD I Golkar Bali beberapa waktu lalu, dibawah kepemimpinan Ketut Sudikerta selaku Ketua DPD I Golkar Bali. Sebelum pencopotan itu, DPP Golkar telah menerbitkan surat No. B-1850/GOLKAR/VII/2018 tertanggal 4 Juli 2018, prihal penyampaian hasil rapat Korbid PP Wilayah Timur (Bali, NTB, NTT), prihal permasalahan DPD II Golkar Buleleng.

Sebelum pencopotan itu, Singyen diberikan selang waktu 1 s/d 5 Juli 2018 untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di DPD II Buleleng, hingga 5 Juli 2018, hal tersebut seakan terabaikan oleh Putu Singyen dengan tidak menghadiri rapat di DPD I Golkar Bali dan akhirnya keputusanpun diambil melalui rapat DPD I Golkar Bali pada Kamis (5/7) malam, Putu Singyen dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Golkar Buleleng, terhitung mulai Jumat (6/7/2018).

Untuk mengisi kekosongan pasca dicopotnya Putu Singyen, DPD I Golkar Bali telah menyiapkan amunisi dengan menunjuk politisi Golkar asal Banjar Peguyangan, Kelurahan Astina, Buleleng yang juga pensiunan Birokrat Pemprov Bali, Made Adhi Jaya yang diberikan mandat menjadi Plt bahkan sebelumnya duduk sebagai Korwil Buleleng untuk melaksanakan kegiatan DPD II Golkar Buleleng, termasuk menyusunan caleg DPRD Buleleng untuk bertarung di Pileg 2018 dan mendaftarkannya ke KPU Kabupaten Buleleng.

Terkait dengan dicopotnya Putu Singyen, ia pun mengatakan, pencopotan dirinya sebagai Ketua tanpa melalui mekanisme. Bahkan Singyen mengaku, jauh sebelum pencopotan ini sudah sempat mengajukan permohonan pengunduran diri karena ada masalah keluarga. Namun di internal partai, permohonan itu tidak diizinkan.

“Sekarang belum ada evaluasi, jangan semua disalahkan ke saya soal kekalahan di Pilgub. Memang saya tidak aktif kampanye, tetapi saya membiayai kampanye di Buleleng. Saya memang ada masalah di keluarga, karena itu saya pernah menyampaikan pengunduran diri, tapi saya tidak diizinkan mundur. Tiba-tiba sekarang dicopot dengan alasan tidak aktif,” beber Singyen.

Kendati ia dicopot, namun Singyen tidak akan mempermasalahkan hal tersebut. Hanya saja, prosesnya harus melalui mekanisme partai. Karena selama ini, tidak pernah ada pembinaan terkait dengan kesalahannya.

“Harus ada mekanisme partai, tidak serta merta langsung copot tanpa proses,” ungkap Singyen.

Pencopotan Singyen pun membuat sejumlah kader dan simpatisan partai berlambang pohon beringin ini mulai bergeming seakan diterpa angin puting bliung. Mereka tidak menyangka, Singyen bakal dicopot dari posisi jabatannya di Golkar.

“Ini jelas akan berpengaruh di Pileg, untuk perolehan suara,” ujar salah satu Pengurus Desa (PD) Golkar yang ada di Kecamatan Buleleng.

Sementara Wandira Adi selaku sekretaris di DPD II Golkar saat ditanya terkait hal itu, tidak menampik. Namun anggota DPRD Buleleng hanya menjawab diplomatis, dimana pengaruh itu bisa positif dan negatif. Sekarang tergantung kesolidan pengurus partai, kader, dan fraksi Golkar. Untuk itu Wandira Adi meminta, agar Plt Ketua Golkar Buleleng yang telag ditunjuk segera turun ke Buleleng melakukan konsolidasi.

“Kesimpulan pengaruh sih ada, bisa positif atau bisa tidak. Tapi saya menilai roda organisasi harus tetap jalan. Saya himbau, seluruh pengurus harus tetap menjaga solidaritas partai, siapapun pemimpinnya itu. Saya juga minta, Plt yang ditunjuk untuk melakukan konsolidasi di internal Golkar Buleleng hingga ke tingkat bawah,” pungkas Wandira Adi.

Sementara Pengurus DPD Golkar Bali Korwil Buleleng sekaligus DPRD TK I Bali, IGK Kresna Budi saat berusaha dikonfirmasi (8/7) terkait hal ini mengaku, sedang dalam perjalan ke Denpasar akan bertemu dengan Ketua DPD I Golkar Bali yang juga Wagub Sudikerta. “Saya lagi perjalanan menuju Denpasar setelah pertemuan nanti dengan pak Wagub. Tiang kabari balik untuk beri penjelasan,” jelas Kresna Budi kepada awak media. (Fito/Lekat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan