Pengusaha Mau Ikut Lelang Proyek di ULP Kabupaten Bogor Resah Ditakuti Oknum

Pengusaha Mau Ikut Lelang Proyek di ULP Kabupaten Bogor Resah Ditakuti Oknum

Smallest Font
Largest Font

Pengusaha Mau Ikut Lelang Proyek di ULP Kabupaten Bogor Resah, Ditakuti Oknum.

CIBINONG – BogorBagus.com.

Bukan rahasia lagi adanya sekelompok oknum melakukan penghadangan di areal kantor ULP untuk menggagalkan masuknya pesaing lelang lainnya supaya (proyek) didapat, namun aksi mereka dibiarkan, seakan tidak ada hukum negara dilokasi ini, Kamis (24/08/2017)

Kinerja Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang kini berubah menjadi Bagian Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Bogor tercoreng oleh aksi sekumpulan oknum preman yang beraksi di sekitar lokasi ULP. Berbulan-bulan sekelompok preman berseragam ormas tertentu itu mencegat setiap pengusaha yang hendak mengikuti proses lelang tender proyek di lingkungan Pemkab.

Anehnya, meski sudah sering dikeluhkan banyak pengusaha dan bahkan ada melapor ke Polres, namun sampai kini tidak ada tindakan tegas pihak kepolisian terhadap kelompok preman tersebut. Ini menjadi pertanyaan banyak pihak, kenapa Bupati dan Kapolres Bogor tidak juga menertibkan para preman tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sejumlah pengusaha yang menolak identitasnya disebutkan, berulangkali peserta lelang proyek yang hendak menyerahkan dokumen lelang dan mengikuti proses klarifikasi diusir keluar sehingga mereka gagal ikut lelang. “Kalau mau ikut lelang ya wajib berkomitmen kasih fee beberapa persen dari proyek yang dikerjakan pengusaha,” ungkap seorang pengusaha lokal.

AY Sogir, seorang pengusaha lokal yang menjadi korban pencegatan oleh kelompok preman, mengisahkan dirinya dilarang masuk kantor ULP dengan alasan harus ada koordinasi dengan kelompok preman. “Tapi saya curiga preman-preman ini diorganisir pengusaha besar untuk mengamankan paket-paket proyek miliaran dan paket politis, ini udah gak benar mas,” kata Sogir kepada wartawan, Rabu kemarin (23/8/2017)

Sogir juga merasa heran kenapa aktivitas liar preman tersebut dibiarkan oleh penegak hukum. Padahal sudah banyak yang mengeluh dan melapor ke polisi. “Ini ada apa? Saya yakin ini ada sesuatu yang ga beres, karena itu saya akan melapor juga ke Mabes Polri, Saber Pungli dan KPK terkait modus pencegatan untuk pengamanan proyek pengusaha besar di ULP Pemkab Bogor,” jelasnya.

Beberapa pengusaha lokal lainnya mengaku sangat prihatin atas aksi kelompok preman yang menguasai kantor ULP. Situasi seperti ini bukan tidak mungkin akan memancing pengusaha yang marah dan kecewa membawa massa untuk mengamankan proses lelang. Dengan begitu, sangat mungkin terjadi bentrok fisik antara preman dengan ormas lokal Bogor.

“Apakah polisi menunggu terjadi bentrokan fisik yang bisa meluas skalanya baru bertindak? Ini saya dengar ormas preman ini memakai orang-orang pendatang. Mereka bisa memancing warga asli Bogor untuk menghadapi preman. Nah, ini mesti diwaspadai oleh Kapolres dan Bupati,” ujar Basuki, seorang pengusaha yang korban preman di ULP belum lama ini. (Fkl/Jc)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow