Pastikan Kelancaran Distribusi Air Bersih, PDAM Tirta Pakuan Bentuk Timsus Pengamanan Pemilu 2019 | Portal Berita Bogor

Pastikan Kelancaran Distribusi Air Bersih, PDAM Tirta Pakuan Bentuk Timsus Pengamanan Pemilu 2019

 

KOTA BOGOR – BogorBagus.com.
PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor bertekad mengamankan jalannya Pemilu (Pemilihan umum) serentak yang jatuh pada Hari Rabu, tanggal 17 April 2019, dengan membentuk Tim khusus (Timsus) untuk menjaga ketersediaan air bersih pada pada pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan ini.

Direktur Umum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan, melalui Asisten Manajer Humas R. Poppi Rustanti mengatakan, PDAM saat ini fokus pada persiapan jelang pemilu. Seluruh petugas diminta siaga dan respons cepat ketika ada gangguan pengaliran. Menyikapi pemberitaan terkait pemilu, kondisi pemilu ini berbeda dengan kondisi pilkada sebelumnya.

“Untuk itu, seluruh petugas, terutama di jajaran teknik harus siaga, baik sebelum pencoblosan pada hari H, maupun saat perhitungan suara,” kata Poppi.

“Seluruh pejabat struktural tidak diperkenankan meninggalkan Kota Bogor pada H-1 hingga H+1. Bila ada keperluan mendesak yang harus ke luar kota, wajib mendapat ijin tertulis direksi,” imbuhnya.

Selain itu lanjut Poppi, dalam rangka pengaman pemilu, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor juga akan membentuk Tim khusus (Timsus) pengamanan pemilu yang dipimpin oleh Sekretaris Perusahaan Teguh Setiadi, Ketua hariannya dipegang Dani Rakhmawan selaku Manajer NRW dan Trandis.

“Tim ini akan bertugas memastikan distribusi air bersih berjalan lancar, dan segera bergerak ketika terjadi gangguan pasokan. Kesigapan petugas harus sesuai SOP yang telah disusun, terutama buka-tutup valve, backwash, buang lumpur, penanganan kebocoran, dan lain-lain,” jelas Poppi Rustanti.

PDAM juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk membantu pengamanan objek-objek vital seperti sumber mata air, instalasi pengolahan hingga perbaikan pipa bocor.

Poppi menambahkan, untuk pejabat yang tidak terlibat operasional pengamanan sistem pada H-1 sampai H+1, diminta menjadi koordinator di wilayah tempat tinggalnya untuk pelaporan gangguan, terutama di daerah-daerah titik rawan. Begitupula halnya dengan Petugas mobil tangki harus standby dan berada di lokasi-lokasi yang disepakati.

“Jika kebutuhan tangki tidak mencukupi, maka disiapkan alternatif sewa tangki dari daerah lain. Pemasangan tangki air hydran umum (TAHU) juga harus disiapkan,” pungkasnya.

Sumber: pdamkotabogor.go.id

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan