Maulidan Isbar, Wira Usaha Muda Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat | Portal Berita Bogor

Maulidan Isbar, Wira Usaha Muda Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat

Maulidan Isbar, Wira Usaha Muda Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat

Bojonggede, Bogor – BogorBagus.com.

Karya innovatif anak muda ini kembali berprestasi dengan terpilih sebagai finalis Lomba Wira Usaha Pemula tingkat Provinsi Jawa Barat yang pelaksanaan finalnya akan berlangsung pekan depan di Bandung.

Maulidan Isbar, pemuda lajang sebagai co-founder Kayuh Woodenbike diutus mewakili Kabupaten Bogor dalam ajang tersebut.

“Alhamdulillah ini yang ke 7 di tahun ini Kayuh menjadi finalis lomba,” ungkap Maulidan dengan nada gembira saat ditemui di rumahnya di Jl. Curug Mas RT 04/RW 12 Desa Bojonggede, Kabupaten Bogor, Kamis (19/7/2018).

“Kemarin Kayuh sebagai runner up kompetisi produk berbasis limbah di Surabaya. Itu lomba skala internasional. Hari ini saya menerima berita dari panitia bahwa Kayuh masuk finalis di Jabar, padahal saya juga lagi menunggu keputusan Market Fest: Kayuh sudah masuk 30 besar yang akan dipilih menjadi 10 besar,” sambungnya bersemangat.

Maulidan yang juga sebagai Balon DPD RI termuda dari Jawa Barat dengan Kayuhnya ini memang kaya prestasi. Uletnya anak muda berusia 23 tahun layak diacungi jempol. Saat ini ia menduduki lebih dari 10 jabatan berbagai organisasi ditingkat nasional ataupun regional.

Dan, sejak awal tahun dia disibukan dengan segala tahapan pencalonan dirinya sebagai Senator. Ia juga hampir setiap minggu menerima undangan berbagai pameran yang terpaksa sebagian besar ditolaknya.

Maulidan juga sering mengikuti berbagai kompetisi, Kayuh sebagai produk kreatif karya anak muda. Belum lagi kesibukan prioritasnya menyelesaikan tugas akhir studinya. Awal bulan depan ia harus menghadapi sidang skripsinya di Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila Jakarta.

Putra ke 3 dari pasangan keluarga sederhana ini, ayah seorang dosen paruh waktu dan ibunya seorang wanita biasa; mengemukan hal yang rasional: Bukan hanya persoalan menang atau kalah saya sebagai anggota DPD RI…, tapi persoalan perlunya menyalakan spirit anak muda masuk di dunia politik. Politik Indonesia yang sudah mendapat stigmatisasi sebagai dunia yang penuh kepalsuan, munafik, kotor dan mahal; harus diubah.

“Dan yang bisa mengubahnya hanya anak muda. Karena tidak ada satupun di dunia ini peradaban yang tidak lahir dari karya pemuda. Nabi Isa as, Nabi Muhammad saw, Sholahuddin Al Ayubi, Bung Karno, RA Kartini, sampai ke bang Haji Rhoma Irama; prestasi mereka yang mengguncangkan dunia diraihnya dikala usia belia,” tandasnya dengan semangat khas kaum millenial.

“Motivasi saya terjun di politik lebih kuat dibanding segala jenis kegiatan yang selama ini menyibukkan saya. Politik itu yang akan bisa mengantar seseorang mencapai kekuasaan. Dan hanya dengan kekuasaan itu kita bisa mengubah segala sesuatunya menjadi lebih baik, tentu saja baik untuk bangsa dan negara. Kekuasaan bisa mengubah dunia..!” Tandasnya dengan sinar mata tajam dipenuhi rasa percaya diri yang mengagumkan

“Pilihan saya masuk DPD agar saya tidak terikat, bisa lebih leluasa. Kalau kelak saya sebagai anggota DPD, hutang saya hanya kepada masyarakat; para pemilik suara murni yang mahal harganya, karena mereka tidak saya beli, mereka tulus memberikannya kepada saya. Itu pasti tidak gratis, saya harus membalasnya dengan sepadan, saya harus berjuang mengedapankan kepentingan masyarakat. Semoga saja Allah memberikan kekuatan supaya saya bisa tetap tegak lurus istiqomah.” Narasinya clear, cerdas, tegas, sederhana dengan gaya santun dan senyum yang tidak pernah hilang dari bibirnya.

“Ayah dan 2 kakak saya sangat kritis. Setelah melalui perdebatan panjang sebulan lebih, akhirnya saya ditanya tujuan masuk politik. Saya jawab bahwa saya ingin menjadi Interpreter Politik Indonesia….” Kata-nya terhenti untuk sekedar menarik napas, “… beda pendapat dalam berbagai forum tidak perlu dengan saling menyudutkan. Menjadi politisi tidak perlu merasa pintar, merasa semua benar, semua tahu. Ini akan membuat rakyat bingung mencari mana yang harus diikuti. Karena politisi itu seyogianya panutan rakyat. Manusia itu fitrahnya memiliki kekurangan disamping kelebihan sebagai anugrah Maha Pencipta, termasuk politisi juga pemiliki segala kekurangan itu.”

Anak muda yang tidak pernah merokok ini mengahiri obrolan kami dirumahnya, di desa Bojonggede Bogor. “Dunia bisa diubah jika saja Indonesia pemudanya banyak yang memiliki integritas seperti yang dimiliki Maulidan Isbar…” Pikirku saat termotivasi untuk menurunkan tulisan ini. (Lekat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan