Masyarakat Bingung Saat Akan Dirawat di Rumah Sakit, Ini Kata Ketua MPB Atiek Yulis Setyowati | Portal Berita Bogor

Masyarakat Bingung Saat Akan Dirawat di Rumah Sakit, Ini Kata Ketua MPB Atiek Yulis Setyowati

 

BOGOR|BogorBagus.com – Mengingat banyaknya keluhan masyarakat tentang ketidak tahuan pasien atau keluarga pasien jika belum terdaftar BPJS bagi warga miskin kebingungan jika mau dirawat di Rumah Sakit (RS). Bahkan sepertinya di semua RS baik itu RS pemerintah ataupun swasta, masyarakat bingung dengan pertanyaan dari petugas pendaftaran, “pembayarannya mau pakai jaminan atau tunai?”.

Pertanyaan itu sangat membingungkan harus menjawab apa. Jika belum punya atau sudah punya tapi menunggak. Karena kebingungan dan khawatir pasien tidak ditangani dengan baik akhirnya mereka jawab “pembayarannya pakai umum”.

Atau kebingungan ketidak tahuannya masih ada alternative dengan Fresh Money atau Jamkesda yang sesuai dengan Perda keringanan biaya RS sebesar 7,5 juta jika belum punya jaminan.

Jika pasien atau keluarga pasien menjawab umum padahal mereka warga tidak mampu, akan berdampak kerepotan semua pihak.

Dalam perjalanan perawatan pasien diminta tebus obat selalu, dan kebingungan saat pasien sudah dibolehkan pulang. Dengan jumlah tagihan yang nominalnya sangat tidak mungkin untuk membayarkan, akan terjadi masalah baru bagi kedua belah pihak baik pihak RS atau keluarga pasien.

Mau jual barang di rumah tidak ada, akhirnya hutang rentenir yang akhirnya membuat masalah baru atau tidak ada solusi, bagaimana dengan pihak RS…?.

Menanggapi hal itu, Ketua Masyarakat Pejuang Bogor (MPB) Atiek Yulis Setyowati mengungkapkan, dengan kejadian-kejadian tersebut di atas yang hampir tiap hari di temui, khususnya kejadian yang terjadi di masyarakat kabupaten bogor.

Menurut Bunda Atiek sapaan akrabnya, MPB dalam hal ini sedang mempersiapkan memberikan PR kepada Kepala Dinas Kesehatan yang baru nanti, untuk memberikan briefing kepada seluruh RS baik pemerintah atau swasta, agar seluruh RS pro aktif terhadap semua pasien atau keluarga pasien, dengan memberikan penjelasan dan arahan apa yang harus dilakukan bukan seperti menciptakan permasalahan di endingnya.

“Pihak RS harus menguasai dan update tentang semua peraturan baik tentang BPJS, Jamkesda, Jampersal, dll. Harus sangat menguasai tata cara atau tahapan tentang pengurusannya untuk mempermudah semua dan jangan bilang repot,” ungkap dia.

Lanjut Atiek, jika tidak dilakukan pengarahan terhadap pasien atau keluarga pasien, maka jangan salahkan kalau pasien tidak membayar dan RS akan selalu defisit karena ketidak adanya pembayaran yang maksimal.

“PR ini akan MPB simpan untuk kepala Dinkes baru nanti. MPB siap berkolaborasi, siapapun kepala SKPD nya,” tandasnya. (Red)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan