Dinkes Kab Bogor Ajak Perawat Tingkatkan Kinerja dan Profesionalisme | Portal Berita Bogor

Dinkes Kab Bogor Ajak Perawat Tingkatkan Kinerja dan Profesionalisme

BOGOR, BOGORBAGUS – Dalam rangka mendukung terwujudnya Program Pancakarsa Bupati Bogor yakni Karsa Bogor Sehat, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mengadakan kegiatan seminar keperawatan profesionalisme perawat.

Seminar yang digelar di Aula Dinkes Kab Bogor, Sabtu (26/10) bertujuan, disamping untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme pelayanan kesehatan kepada masyarakat, juga mendorong program satu desa satu perawat.

Ketua DPD PPNI Kabupaten Bogor, Yusuf Djamili menuturkan, peran perawat begitu penting maka perawat yang terjun dalam masyarakat harus benar-benar berkompetensi dan diakui oleh negara dengan mengantongi izin dalam bentuk STR.

“Sehingga saat ini tidak ada lagi perawat yang turun melayani masyarakat tanpa memiliki izin,” ujarnya.

Lanjutnya, melalui seminar keperawatan ini, kami berupaya untuk mendorong seluruh perawat di Kabupaten Bogor profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Izin saja tidak cukup, kualitas juga dibutuhkan untuk meningkatkan pencegahan terhadap kemungkinan timbulnya masalah kesehatan yang lebih besar,”¬†tandasnya.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan, simulasi proses penanganan pertama pasien korban bencana dari lokasi bencana hingga dibawa menuju Rumah Sakit oleh Brigade Perawat Siaga Bencana Kab. Bogor dan dilanjutkan dengan pemberian Plakat.

Sementara itu, Bupati Bogor mengatakan, profesi perawat merupakan salah satu indikator penentu keberhasilan pembangunan kesehatan yang berkesinambungan.

“Untuk itu dibutuhkan tenaga perawat yang profesional dengan kompetensi yang memadai, salah satunya melalui pelayanan dengan teknologi dan alat yang mutakhir untuk menciptakan masyarakat kabupaten Bogor sehat,” kata Ade Yasin.

Ditambahkannya, dalam upaya mewujudkan peningkatan derajat Kesehatan masyarakat dengan pelayanan kesehatan yang maksimal dan profesional di Kabupaten Bogor, bukan hanya melalui peningkatan sarana prasarana kesehatan, seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas saja, akan tetapi harus dilakukan dengan menyentuh langsung para pelaku bidang kesehatan, mulai dari dokter, bidan dan perawat baik RS pemerintah maupun swasta.

“Jadi, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) perawat sangat perlu dilakukan, karena peran perawat sangat penting sebab perawatlah yang bersentuhan langsung dengan pasien,” kata Ade Yasin.

Kami sangat apresiasi kinerja para perawat yang bekerja 48 jam per hari dan senantiasa berkontribusi menangani berbagai permasalahan kesehatan di Kabupaten Bogor.

Politisi PPP ini juga mengungkapkan, untuk mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan yang murah, mudah dan berkualitas, program satu desa satu perawat harus direalisasikan.

“Program satu desa satu perawat menurut Ade Yasin, selain meningkatkan pelayanan kesehatan juga meningkatkan kesejahteraan para perawat di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPW PPNI Jabar Wawan Hernawan menuturkan, saat ini ada sekitar 4314 tenaga perawat di Kabupaten Bogor. Akan tetapi jumlah itu belum mampu menangani seluruh permasalahan kesehatan yang ada.

“Untuk itu program satu desa satu perawat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat program Karsa Bogor Sehat di Kabupaten Bogor,” kata dia.

Kedepannya dia berharap perawat tidak hanya melakukan pelayanan kuratif, tetapi berperan aktif melakukan pelayanan preventif seperti edukasi dan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat hingga pelosok desa.

“Hal itu dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar membiasakan hidup sehat, sehingga berbagai penyakit bisa dicegah sejak dini. Bila perlu program ini dibuat dalam bentuk Perda,” cetus Wawan.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan