Butuh Jembatan Penghubung, Masyarakat Tagih PT Indocement Kucurkan CSR | Portal Berita Bogor

Butuh Jembatan Penghubung, Masyarakat Tagih PT Indocement Kucurkan CSR

Citeureup -BogorBagus.Com- Kepala Desa Gunung Sari, Kecamatan Citereup, Bogor, Hendra Permana mengatakan masyarakat di didesanya sangat mengharapkan kucuran dana CSR dari PT. Indoncement Tiga Roda terkait kebutuhan mendesak jembatan penghubung antara Desa Gunung Sari dan Desa Lulut.

“Masyarakat didua desa tersebut sangat mengharapkan segera dibangunnya jembatan penghubung untuk menunjang kegiatan ekonomi dan kesejahteraan,” tutur Hendra saat ditemuin BogorBagus.Com disela-sela acara rapat di Kantor Kecamatan Citeureup, Senin (19/12/2016).

Dia juga melanjutkan, yang akan membangun adalah PT.Indocement tiga roda dari dana CSR (Corporate Social Responsibility).

Asep Camat Citereup ketika ditemui BogorBagus.Com juga membenarkan hal tersebut “pertemuan tersebut yaitu membahas tentang perlunya pembangunan jembatan untuk menyambungkan akses dua Desa tersebut, hanya saja pertemuan ini belum final. Secara tekhnis akan di bicarakan nanti” tuturnya

Rapat yang tertutup itu tidak melibatkan masyarakat, hal tersebut terlihat bahwa mantan Kepala Desa Gunung Sari dan kawannya terlihat meninggalkan ruang rapat. Ketika ditemui mengatakan “Betul kami tudak termasuk yang di undang” tuturnya kecewa

Pihak CSR Indocement Aditya, menuturkan dan membenarkan kata-kata Camat Citeureup “Ini baru rapat awal” Namun terkesan menghindar tidak mau memberikan komentar banyak “Langsung ke Pak Camat aja pa, tutur nya.

Lain halnya dengan Wakil Ketua BPD Tabroni menuturkan bahwa program sudah diajukan 2 tahun yang lalu, dan sudah didukung oleh 12 Desa binaan di-3 Kecamatan yaitu Gunung putri, Citereup dan Klapanunggal. Dalam rapat tersebut mendedak pihak CSR Indocement.

“Kenapa kami mendesak untuk dibangun? karena program pernah diajukan 2tahun yang lalu, namun hingga sekarang belum terealiasasi. Banyaknya korban hanyut yang menjadikan warga menuntut untuk segera di bangun. Warga juga mengancam agar segera direalisasikan, kalau tidak warga akan demo” tuturnya

Kami berharap jembatan terbangun diawal tahun 2017. Yang rencana nya panjang 50 meter dan lebar 6 meter jadi cukup layak untuk dilalui dua roda empat sekaligus .(arif)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan