Tragedi Tanjakan Emen Diduga Kelalaian Manajemen Bus | Portal Berita Bogor

Tragedi Tanjakan Emen Diduga Kelalaian Manajemen Bus

Tragedi Tanjakan Emen Diduga Kelalaian Manajemen Bus
Kabupaten Bogor – BogorBagus.com.
Rem blong penyebab Bus Premium Passion telan korban jiwa hingga 27 penumpang di Tanjakan Emen beberapa hari lalu, ini pun menggugagah awak media untuk menelusuri lebih dalam kepada narasumber di daerah Bogor, dimana Pol dan awak bus berasal, minggu 11/02/18.
Sebelumnya, informasi yang dihimpun Crew telah adukan bocornya servo atau master Rem, Managemen Bus Premium Passion mengabaikan berhujung telan korban jiwa ini.
DV (40th- inisial) pada jam 22.08 menurutnya, “kecelakaan itu bersumber servo atau boster Rem belakang bocor, sehingga sistem kerja pedal rem tidak sempurna”, ungkap DV.
Hal ini diungkapkan dirinya lantaran pagi hari kisaran jam 07.30 saat dilokasi penjemputan Amir (Awak Bus/Crew) sudah menyampaikan keluhannya akan hal tersebut melalui “WhasApp Grup Crew” kepada RY (Kep. Operational), namun didalam percakapan RY terkesan tidak serius menaggapi keluhan tersebut, hasil percakapan melalui WhastApp yang dibacakan
DV membacakan komunikasi via Grup WhatsApp Crew, antara lain :
-Amir : pagi (07.00 ) F. 7599.AA servo mobil amir ada yang bocor kalau direm banyak turun, mendapat tanggapan dari
‎Id (crew), “hati hati kang amir kalo servo bocor, “sementara
‎Ry (oprational) hanya memberikan tanggapan “Ok”, sampai dilokasi objek wisata.
Tidak ada upaya dari pergantian unit yang lebih layak dan aman, crew ‎Amir (14.14) berusaha melaporkan kembali kendala servo ke oprational melalui whatsApp antara lain : “siang pak, mobil F 7599 AA remnya kendala angin dari servo bocor, anginnya abis terus makin parah gimana pak,” lapornya.
‎sementara Ry mulai merespon laporan tersebut dengan meminta mekanik agar membantu memberikan solusi atas kendala yang sedang terjadi
Ry dengan membalas, “pak soleh bantu do… ng
Amir, “pak Ry tolong bantu dong solusinya gimana? Apa mau panggil mekanik dari bandung apa gimana pak? Soalnya bocornya makin parah,” ungkapnya.
Rd ( mekanik) menjawab : “Ok”
Amir : mau buka gimana kita aja gak bawa kunci- kuncinya”, keluh Amir.
Keterangan inipun diperkuat oleh OL (55th) yang menjadi Mekanik senior dirinya ikut menyampaikan, pagi hari tersebut (08.00Wib), dan dirinya ikut memantau percakapan digrup tersebut juga sempat berkomunikasi, lewat whastApp dalam percakapan mengingatkan Amir “crew” agar tidak memaksakan dan berikan saran, agar crew tersebut menyampaikan keluhannya ke pihak management atau marketing supaya diganti Unit
OL, “jangan dipaksakan, coba kamu telepon marketing minta di tukar Unit,” sarannya OL kepada Amir.
OL pun menambahkan keterangan, pagi (10/02) sekira pukul 08.00 wib, sempat berkomunikasi lewat whastApp dengan Ry bahwa dirinya minta ijin dengan alasan mau berobat ke Dokter dengan keluhan sakit di bagian kaki, OL “pak sy mau libur nih mau kerumah sakit saya sakit nih kaki”, namun Ry malah memerintahkan dirinya untuk menghubungi Amir lewat telepon dengan tujuan bisa membantu berikan solusi,
“pak coba telepon Amir ada kendala tuh,” terang nya sambil menirukan Ry.
kalservo atau boster rem bocor anginnya tekor terus, saya sudah informasikan ke supir ( Amir), supaya minta ganti armada ke marketing, menurut sopir sudah laporan ke Ry (kepala oprasional) tapi tidak ada tanggapan, menurut Amir ke Saya, sebagai bukti percakapan pun ada saya simpan”, ungkapnya.
Dengan sumber informasi ini kuat dugaan, ini kelalaian ada di pihak management yang tidak tanggap dalam penanganan keluhan yang di sampaikan awak bus, hingga berdampak terjadinya kecelakaan dalam berlalulintas di tanjakan Emen Bandung,
Sementara hingga kini David Ikin (owner) juga Direktur Premium Passion belum dapat dihubungi awak media. (Red/Hery brt)
CoinBulb

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan